Jumat, 27 Maret 2009

penampakan Kubah Kiamat di Kutub Utara..huuuuuu..menakuTkan lhoooo..

penampakan Kubah Kiamat di Kutub Utara

Sebuah bangunan sangat kuat yang dibangun di Kutub Utara untuk menyimpan biji-bijian dari seluruh dunia resmi difungsikan. Fasilitas yang disebut sebagai Kubah Kiamat (Doomsday Vault) ini dibuat di dalam sebuah gunung beku di Kepulauan Svalbard, Norwegia, 1100 kilometer dari kutub utara.


Kubah ini akan berfungsi untuk menyimpan biji-bijian dari seluruh dunia guna melindungi plasma nutfah. Harapannya, jika terjadi bencana besar yang melanda dunia, biji-bijian yang disimpan di kubah itu akan bisa menjadi sumber penyelamat manusia sebelum terjadi kelaparan.

Karena fungsi sebagai penyelamat manusia, maka kubah itu diberi nama Kubah Kiamat (Doomsday Vault). Kubah tersebut terletak di dalam sebuah gunung beku di Kepulauan Svalbard, Norwegia, 1100 kilometer dari Kutub Utara.

Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg menyebut bahwa Svalbard Global Seed Vault merupakan kebijakan penyelamatan kami. “Ini adalah ‘Bahtera Nuh’ untuk melindungi keragaman biologi generasi masa depan,” ujar Jens Stoltenberg dalam upacara peresmian kubah itu.

Acara yang monumental tersebut juga dihadiri oleh Presiden Komisi Eropa, Jose Manual Barroso, dan penerima Nobel Perdamaian 2004, Wangari Maathai, dari Kenya.

Setelah diresmikan, kubah yang berada di dalam perut gunung sedalam 127,5 meter ini akan menyimpan cadangan bibit dari ratusan bank benih dari seluruh dunia. Ruangan di dalamnya dapat memuat 4,5 juta sampel benih

Kubah yang pembangunannya memakan biaya US$9,1 juta-hasil kerja sama Global Crop Diversity Trust, lembaga yang didanai badan PBB untuk urusan pangan atau FAO (Food and Agriculture Organization) dan Biodiversity Internasional yang berbasis di Roma, Italia-diharapkan benar-benar bisa jadi solusi masa depan demi kelangsungan kehidupan manusia.
Selengkapnya...

daun bunga Lili rumah terapung masa depan





Arsitek dari Belgia, Vincent Callebaut, mengajukan terobossan baru dalam menghadapi masalah perubahan ik lim dan kepadatan, solusinya dinamai: Daun Bunga Lili.


Daun Bunga Lili ini digambarkan sebagai: prototipe kota amfibi yang mampu menghidupi diri sendiri, dengan masing2 daun mampu menampung 50.000 orang.

Di tengah Daun ini ada sebuah danau yang menampung dan menjernihkan air hujan. Kita terapung ini tidak membutuhkan jalan dan akan mengapung dan "terhanyut" ke seluruh dunia akibat pergerakan arus laut.


Desain dari Daun ini di memuat 3 marina dan 3 gunung yang dikhusukan bagi bisnis dan hiburan. Kota ini unik, karena kota ini merupakan kota amfibi, setengah kota air, setengah lagi kota darat.

Kota ini mendapat sumber daya dari matahari, angin dan arus laut, yang akan memproduksi lebih banyak energi daripada energi yang dikonsumsinya, dan akan menjadi kota yang ber-"emisi nol" karena semua karbon dan lim bah akan di daur ulang.

Harapan yang ada adalah pada tahun 2100, akan ada 250 juta orang yang melarikan diri dari perubahan cuaca, yang disebut "C lim actic refugee", karena air laut akan menghancurkan kota2 seperti New York, Shanghai dan Bombai.

Vincent percaya, bahwa produknya ini adalah solusi jangka panjang untuk menghadapi naiknya air laut, dan bukannya memperkuat garis pantai, karena solusi garis pantai ini hanyalah solusi jangka pendek

Desain dari Daun ini diinspirasikan oleh daun Amazonia Victoria Regia yang memiliki tulang daun yang sangat rapat.

Tujuan Vincent adalah untuk menciptakan "hubungan harmonis antara manusia dan alam".
Selengkapnya...

Rabu, 25 Maret 2009

D.N.A. The Naga Serpent & Light Body Evolution 2012

naga snake, khmer templeGoing slightly off the 2012 subject for a moment!

I was wondering if there was a scientific basis for the aura sometimes seen around living beings?

Also for the realistic seeming hallucinations observed by visioning shamans and those people using hallucinogens?

Is there an explanation for the claim by indigenous peoples and many modern mystics (in the so-called West) that certain wise-men can communicate with animals and plants?

It is always easy to just state that there is no explanation required because the phenomena are simply, 'make believe'. For those whom disagree both in the scientific community and amongst the mystical minded, it is worth suggesting some possible answers.

Why have I entitled this post as I have, you may well wonder?

For those who do not know it, I shall briefly explain the mythology of the Naga and also its claimed physical existence.

The Naga is an enormous serpent, often suggested to have seven heads. Buddhist iconography popularly depicts this mythical beast as a dragon-like water serpent, and at times we see the Buddha depicted as standing upon its head. We might then link the idea of enlightenment and understanding to Naga lore.


Naga
In the modern physical world the Naga still claims a position. Once a year, for several days, pilgrims make their way to the banks of the Mekong River in Northeast Thailand to watch the 'Naga Fire-balls' emerge from that river. This phenomena has been recorded and witnessed by many, and is as yet not adequately explained. Unless that is you are of the same ilk as those whom ascribe all U.F.O.'s to being air balloons and meteors, in which case you will be happy with the current explanation of swamp gas and fireworks. The observers, and other advocates, claim that the Naga lives in the Mekong and that it shoots these fireballs up out of the water. For the moment I will make no conclusion here, though next year I do actually intend to go see for myself, as my in-laws live in the North East of Thailand.

It is however another Naga that I am actually referring to in the main part, or perhaps the true Naga of folklore. Perhaps there is a more scientific origin to the Naga, irrespective of what may or may not be creating the afore-mentioned annual display. As the title of this post suggests I believe that there is a Naga inside us all that is shooting it fireballs from out of the water. This Naga is also indeed connected to our on-going path toward full enlightenment, be that mental, physical or indeed spiritual. I also intend to suggest it can be an answer to my originating questions at the start of this piece.

So lets meat this serpent that lays coiled in water, shooting out light. If you have not yet guessed, it is in fact deoxyribonucleic acid, D.N.A. For those who are not aware D.N.A. exists as two strands twisted around each other in the nucleus of the cell, called a double helix. Bridges called nucleotides link the two strands. The DNA carries the information from a life form to its offspring along the chain of life we call evolution.

DNAThese serpentine strands reside protected in a water bath contained by the cell membrane. Now unknown to many, these coiled snakes are constantly putting on a fascinating light show!

Even back in the 1980s it was being shown that the cells of living matter were emitting photons at around 100 units per second, per square centimetre, and that D.N.A. was the source of this. The bandwidth in which this light is emitted is, quite amazingly, within the extremely narrow band we know as visible light. This range is between infrared and ultraviolet. Though in terms of us perceiving this light with normal vision we would have to call it a very weak light source, it is however very regular and consistent, making it much more like a laser beam than a lightbulb.

To quote the scientific journalist Suren Erkman: "A coherent source of light, like a laser, gives the sensation of bright colours, a luminescence, and an impression of holographic depth."

[For details on light emission from DNA see work of Rattemeyer et al (1981), Popp (1986) and others]

The statement of Suren Erkman is important when we consider the testimony of both Shaman, mystics, and the users of hallucinogens. The reason for this is the factor of bright colours, luminescence and holographic depth. All are terms that consistently match up with testimony of experiences during mystical visual phenomenon, inclusive of the viewing of the aura seen around living beings by certain persons. Also seen via the, now well known, Kirlian Camera apparatus.

I want to inject here that I am dealing with both persons using special techniques of altering consciousness, as well as those who use psychoactive substances. This is an important point to make, as it is easy to be cynical about those that use chemicals, however not so easy with those who do not.

When certain chemical production within the human body is stimulated (either by hallucinogens or other methods such as meditation) these stimulate certain receptors. A cascade of electrochemical reactions begins within the Neurones of the brain, which then excite D.N.A. causing an increase in its production of light on a visible wavelength.

It is this light that is perceived as what we call hallucinations, these holographic type images. It is this communiqué from DNA itself that is being perceived and indeed interpreted.

As a University graduate in Information Technologies, it is of course sensible to me, this use of light as a communication method. Any I.T. professional worth their salt knows that this is one of our own chosen methods of communication. Not only do we already utilise fibre optic cabling and infra red, but the NASA and SETI programs admit that any advanced civilisation would be far more likely to send out messages into space encoded into pulsed lasers, rather than inefficient radio waves as we have done previously!

Hmmm pulsed lasers...

I would like to interject at this point a comment from a friend of mine, a respected Historian of Science, who feels that the human aura is actually evidence of Quantum blending. The aura being an area in which the organism blends with its environment at the quantum level. Something I must admit I find quite amazingly plausible.

So back to answering my other question, on communication between life forms and certain persons, we also find another interesting possibility. If it is then possible to amplify this pulsed laser, and the ability to perceive it, can we not then speculate a method of inter species communication. That each type of cell is sending out species specific, even individual entity specific, information that can be perceived and read or seen (if your using the right techniques).

At this point it is useful to note a comment made by the Biologist Fritz-Albert Popp, "conciousness could be the electromagnetic field constituted by the sum of these emissions"

Of course this is still at the level of educated speculation, but very fascinating none the less.

This is suggestive of a world made up of the production, interaction, and reception of these photons from D.N.A.

Now that’s not nearly as far out as one may think. Though I am excepting that I likely fall more in the camp of mystic than scientist, my education and thesis here are rooted in science. So it may be prudent for me to put forward a more all encompassing theory that actually rather allows sensibly for this scenario. The one in my mind is the 'Holographic Paradigm Theory' subscribed to by some of our most eminent modern science minds. A topic I will try to elucidate at another time, as it deserves more than a footnote here.

Not wanting to bog down this blog post so as that its is impractical for the reader to briefly wade through, I will conclude here. I welcome feedback and invitations to clarify all points. Hopefully I can later explain the links to shamanic sky ladders, crystal revelations and indeed the details of the holographic paradigm!

band-band japanese...

ReviewReviewReviewVanessA - alive=terrorMar 22, '09 10:15 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:VanessA
Single terbaru dari VanessA di tahun 2009 ini. Single yang dikasih judul alive=terror ini dirilis tanggal 11 Maret 2009 kemarin. VanessA bisa dikatakan sebagai band indie Visual-kei yang masih relatif baru. Namun hingga saat ini, VanessA sudah banyak merilis beberapa buah karyanya. Bahkan terkesan massive. Dimulai pada bulan Agustus 2008 yang merilis single perdana-nya, yaitu P.S.D/Feel U. Dua bulan kemudian, band ini kembali melemparkan single VORTEX. Dan akhinya tahun 2008 ditutup dengan single LOVE OF INSANITY yang dirilis bulan Desember 2008. Sebelumnya di bulan November 2008, VanessA tampil di dalam majalah SHOXX, salah satu majalah Visual-kei ternama di Jepang sono. Dan di edisi tersebut, terdapat bonus berupa sebuah lagu barunya VanessA yang dikasih judul DANGER. Kickass song, btw!

Sekilas profile dari band ini. VanessA di dalamnya terdiri atas lima orang personil. Mereka adalah Genki [eks DIS] pada posisi vokal, Toki sebagai pemain gitar, Haruki juga pada posisi gitar, Nao memegang alat bass dan terakhir You yang tentunya menggawangi posisi drum. Berdasarkan wawancara majalah KOMA [vol. 6] dengan Genki, nama VanessA diambil dari sebuah kata bahasa Yunani yang berarti kupu-kupu. Jadi wajar saja jika lambang dari band ini selalu menonjolkan gambar kupu-kupu. Warna musik yang dimainkan oleh VanessA secara umum bisa dikatakan rock yang memang cukup kental dengan warna visual-rock dan hardcore. Saking hardcore-nya, VanessA sering dbanding-bandingkan dengan band aliran sejenis, UnsraW. Sang vokalis VanessA, yakni Genki, di dalam bernyanyi selalu mengobral aksi-aksi growl dan screaming-nya!

Single alive=terror ini di dalamnya berisikan tiga buah lagu. Dan tanpa berpanjang-lebar lagi, langsung saja aku mulai dengan lagu pertama, the song title, alive=terror [03:25]. Lagu ini menjadi lagu VanessA favoriteku setelah I am Psychopath. [ada dalam single LOVE OF INSANITY]. Opening lagu, yang berupa permainan riff gitar yang super berat, crazy-driving-bass serta grooving double pedal terus-terusan, menandakan bahwa lagu ini diajak buah ber-head-banging. Namun tenang saja. VanessA tidak melulu membuat lagu ini terasa cadas. Memasuki bagian chorusnya, irama-irama yang ada terdengar catchy dan ber-melodi. Bahkan, aksi solo gitar pun bisa ditemukan di pertengahan dengan durasi yang agak panjang. Padahal seperti diketahui bersama, VanessA paling jarang memasukkan unsur solo gitar di dalam lagu-lagu-nya. Vokal Genki makin lama makin terlihat oke. Di sini juga dia membuktikan bahwa dirinya tidak hanya berkutat-katit dengan gaya vokal seperti itu saja. Tetapi juga bisa dengan clean-vocal dan melodic-chorus-nya. Great song, btw!

Track berikutnya, B.M.METAMORPHOSE-murder side- [03:23]. Well, ini merupakan versi lain dari lagu B.M. METAMORPHOSE-another side-, yang ada dalam single VORTEX. Bila B.M. METAMORPHOSE-another side- dibilang merupakan versi soft-nya, maka kali ini B.M.METAMORPHOSE-murder side- merupakan versi gahar-nya. Sangat aggressive sekali! Aransemen musik tidak mengalami perubahan yang signifikan. Cuman di sini lebih menitik-berat-kan pada permaianan riff-riff gitar yang berat. Juga diiringi dengan sound ornamen lainnya yang membuat lagu ini menjadi lebih gelap lagi. Biasa aja sih lagunya menurutku. Masih suka versi yang sebelumnya.

Another B-side track, VERONIKA [04:10]. Kali ini VanessA membawakan lagu yang terasa lebih catchy dengan permainan-permainan musik yang lebih ringan. Tapi tetap, power-aggressive dari VanessA masih bisa disimak di dalamnya. Terlebih pada bagian verse-verse-nya. Untuk pre-chorus dan chorusnya, Genki mengisinya dengan tarikan vokal yang sedikit ber-melodi dan dinamis. Permainan bass dari Nao, cukup mendominasi lagu ini. Betotan bass-nya sangat terasa tegas sekali. Hmm, walaupun lagu ini menunjukkan sikap melankolis dari VanessA itu sendiri, secara keseluruhan lagunya terasa biasa saja. Andai dipoles sedikit saja, aku yakin lagu ini berpotensi menjadi lagu bagus.

Yosh, overall single ini aku kasih 3/5 bintang. Hanya lagu berjudul alive=terror saja yang menurutku bagus. Sisanya standar lah. Semoga rilisan berikutnya, yakni CHIMAIRA yang akan dirilis tanggal 15 Mei 2009 nanti, bisa berbicara banyak dibandingkan single alive=terror ini.

That's it, semoga berkenan....

Tambahan:
VanessA's official site: http://www.vanessa-hp.net/
DOWNLOAD: THERE


ReviewReviewReviewVAMPS - I GOTTA KICK START NOWMar 22, '09 10:14 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:VAMPS
I GOTTA KICK START NOW, merupakan single kedua yang dirilis oleh VAMPS. Single pertamanya yaitu LOVE ADDICT. I GOTTA KICK START NOW sendiri sudah beredar sejak tanggal 13 Maret 2009 kemarin. Dan di dalamnya hanya berisikan dua buah lagu saja. Yaitu the song title itu sendiri dan sebuah B-side track. Baik itu the song title maupun B-side track memiliki PV-nya masing-masing. Itu bisa didapat jika membeli versi LIMITED EDITION-nya.

Walau-pun sudah banyak yang mengetahuinya, apa salahnya aku kasih profile singkat dari VAMPS ini. VAMPS merupakan side project-nya HYDE, sang vokalis dari band L'Arc~en~Ciel. Laruku sendiri memang mulai sejak tahun kemarin memutuskan untuk break dulu selama tiga tahun. Dan hal tersebut tentu saja dimanfaatkan oleh personilnya untuk membuat project baru ataupun meneruskan project lamanya. Tidak terkecuali HYDE. Di VAMPS, HYDE berkolaborasi dengan Kaz, sang gitaris dari band rock senior, Oblivion Dust, juga eks gitaris hide and the Spread Beaver. Untuk soal kemampuan menciptakan lagu dan teknik bermain alat musik, rasanya tidak perlu diagukan lagi deh, baik itu HYDE maupun Kaz. Warna musik yang mereka tawarkan kali ini bisa dikatakan sebagai rock. Namun rock yang kental dengan sentuhan western.

Okay, kita simak bersama saja single ini dengan tembang pembuka, the song title, apalagi kalo bukan I GOTTA KICK START NOW [04:35]. Not bad song! I like it, walaupun hanya untuk beberapa kali dengar saja. Setelah itu mulai terasa boring sih. Lagu ini kental banget dengan sentuhan-sentuhan Kaz. Aku yakin banget jika lagu ini pasti dia yang menciptakannya. Intro-nya oke. Verse-verse yang dibawakan oleh HYDE dengan vokalnya yang sedikit serak itu mampu menambah kesan rock pada lagu yang sudah nge-rock ini. Demikian pula chorus-nya. Kaz sendiri asyik dengan kocokan-kocokan ritem gitarnya yang terlihat ramai dan ber-melodi. Interlude yang ada di pertengahan lagu cukup nampol di hati. Apalagi sambil ditemani dengan sedikit permainan nada tinggi dari pick gitar.

Lagu berikutnya adalah TROUBLE [03:31]. Mungkin banyak yang mengira bahwa lagu TROUBLE ini merupakan lagu ciptaan VAMPS. Padahal tidak begitu! Ini merupakan cover song dari SHAMPOO, duo girl band asal Inggris. Lagu TROUBLE sendiri dirilis tahun 1994 [aku masih SMP atau sudah SMA ya?]. Dan waktu itu lagu ini langsung menjadi hits loh. Seluruh dunia menyukai-nya. Apalagi video klip-nya yang super "liar" itu. Lantas, bagaimana ketika lagu ini dibawakan oleh VAMPS? I DON'T LIKE IT AT ALL! Yaiks!!! Apalagi menyimak HYDE menyanyi dengan lafal bahasa Inggris-nya [terutama bagian chorus] yang seperti orang sedang kumur-kumur itu, plis deh! Yah, memang begitu lah resiko-nya jika membawakan lagu orang lain. Hasilnya pasti dua: lebih bagus dari aslinya atau malah hancur. Dan kali ini VAMPS membawakannya dengan hancur. Terserah deh jika kalian menyukai versi yang dibawakan VAMPS ini.

Overall, 3/5 bintang. See ya again....

Tambahan:
VAMPS' official site: http://www.vampsxxx.com
VAMPS' official MySpace: http://www.myspace.com/vampsofficial
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=793


ReviewReviewReviewVillain - -MAZE-Mar 22, '09 10:12 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Villain
Setelah merilis single debutnya di bulan Juni 2008 lalu, yakni DISCHARGE, tanggal 18 Februari 2009 kemarin Villain kembali hadir dengan single terbarunya yang dikasih judul -MAZE-. Dan di dalamnya terdiri atas tiga buah lagu. Yaitu -MAZE-, Image dan Ato no Chikai. Walaupun relatif baru, namun apa salahnya jika kita menyimak karya-karya-nya walaupun hanya sejenak. Sebab, ada beberapa lagu kok yang enak untuk didengar, yah, walaupun lagu-lagunya sangat tipikal dengan band-band indie Visual-kei lainnya. Jika kalian merupakan seorang yang concern di dunia indie Visual-kei, tentu saja Villain masuk dalam daftar!

Sekilas profile dari Villain. Band yang sudah aktif sejak tahun 2006 ini di dalamnya terdiri atas lima orang personil. Mereka adalah Aoi pada posisi vokal, Ko~ji sebagai gitaris, Haru yang juga sebagai gitaris, Hiyoko memegang alat bass dan terakhir Jin yang tentu saja menggawangi posisi drum. Warna musik yang mereka tawarkan yaitu visual-rock. Bahkan sesekali Villain menampilkan permainan musik yang aggressive dan berat layaknya genre hardrock.

Okay, langsung saja kita bersama-sama menyimak single ini dengan track pertama, the song title, yaitu -MAZE- [03:38]. Setelah menyimak semua lagu yang ada di dalamnya, lagu ini tidak bisa dipungkiri lagi menjadi lagu terbaik yang ada dalam single ini. So, sudah pasti dong kalian juga harus menyimaknya. Yup, sebagaimana lagu-lagu Villain biasanya, -MAZE- memainkan alur-alur musik yang rada berat dengan nuana sedikit suram. Mulai dari riff gitar-nya sampai dengan driving bass-nya. Tidak perfect sih lagunya. Namun cukup layaknya untuk dinikmati. Intro-nya boleh lah. Bisa memancing adrenalin untuk mengalir lebih deras. Verse-nya standar demikian pula chorus-nya. Cuman gaya vokal Aoi entah kenapa aku lumayan suka. Interlude pertengahan lagu oke. Goyang kepala? Oh iya, bagian paling menarik perhatianku dari lagu ini bisa disimak pada aksi drum Jin pada durasi ke 01:47 s/d 02:04. Etnic-percussion?

Berikutnya, sebuah B-side track, Image [03:01]. More aggressive! Lebih berdistorsi dibandingkan track sebelumnya. Mendengar intro-nya yang diisi dengan scream-growl-nya Aoi, aku menduga bahwa lagu ini pasti penuh dengan growl dan scream. Ternyata itu salah. Aoi di sepanjang lagu berikutnya tetap bernyanyi dengan normal-voice-nya, kecuali pada sebagian interlude-nya [keren juga tuh growl-nya!]. Tidak apa-apa sih. Malah bagus lagi. Memainkan musik yang aggressive tetapi masih menampilkan melodic-verse dan tentunya pula pada chorus. Not bad lah lagunya....

Another B-side track, Ato no Chikai. [04:55], menjadi tembang terakhir dari single ini. Ya ampun, vokal Aoi sangat tidak cocok dengan musik seperti ini. Kecuali mungkin dibuat dengan gaya bernyanyi yang lain. Simak saja chorus-nya. Salah memilih nada kayaknya tuh! Apa mungkin karena menggunakan bahasa Inggris? Sangat disayangkan sekali. Namun untuk selebihnya, terutama musik dan instrumen dari masing-masing personil, bisa dikatakan oke. Cuman, beberapa kali mendengarkan lagu ini kok malah makin membosankan yah?

Secara keseluruhan, single -MAZE- ini aku kasih rating 3/5 bintang. Lagu-lagunya masih visual-rock banget. Walaupun begitu, lagu berjudul -MAZE- dan Image setidaknya bisa diandalkan dalam single ini. Silakan disimak saja sendiri. Ditunggu deh karya berikutnya dari Villain. Sebab mereka memang berpotensi menciptakan lagu-lagu terbaik di masa mendatang.

That's it, semoga berkenan....

Tambahan:
Villain's official site: http://crowmusic.sakura.ne.jp/?page_id=19
DOWNLOAD: HERE


ReviewReviewReviewReviewReviewD'espairsRay - REDEEMERMar 17, '09 10:00 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:D'espairsRay
Salah satu album yang ditunggu-tunggu sepanjang tahun 2009 ini, yakni REDEEMER miliknya D'espairsRay, akhirnya dirilis juga pada tanggal 11 Maret kemarin. Ini merupakan full-length album mayor kedua darinya D'espairsRay, setelah album Mirror yang dirilis tahun 2007 lalu. Total lagu yang ada di dalamnya berjumlah 12 buah. Di mana tiga lagu diantaranya sudah pernah didengarkan sebelumnya melalui rilisan singlenya. Yaitu BRILLIANT, KAMIKAZE dan HORIZON. Dan tidak bisa diragukan memang, ketiga buah lagu single ini memang luar biasa bagusnya. Sebelum albumnya benar-benar dirilis, D'espairsRay juga sempat melemparkan PV terbarunya yang dikasih judul REDEEMER. Dan wow, isi PV-nya memang cukup keren! Saking kerennya banyak orang yang mengatakan D'espairsRay akan kembali ke jalur Visual-kei. Well, tidak segampang itu lah....

Sekedar mengingat kembali, D'espairsRay terdiri atas empat orang personil. Mereka adalah Hizumi pada posisi vokal, Karyu yang menjadi gitaris, Zero memegang alat bass dan terakhir adalah Tsukasa yang tentu saja menggawangi posisi drum. Band ini terbentuk sekitar tahun 1999 lalu. Awalnya, D'espairsRay adalah band indie Visual-kei dengan warna musik perpaduan antara dark rock, sedikit gothic dengan sentuhan industrial. Bahkan tidak jarang malah nge-metal. Namun, seiring perjalanan karir mereka, D'espairsRay secara perlahan-lahan mulai mencari jati dirinya sendiri dengan memainkan musik yang sesuai dengan warna mereka sendiri. Dan hasilnya bisa disimak pada saat ini. Mungkin ada beberapa fans yang merasa kecewa sekali dengan perubahan warna musiknya D'espairsRay yang kali ini kesannya lebih nge-pop dan easy-listening. It's oke. Tapi jika disimak secara teliti, D'espairsRay justru tengah menciptakan karya-karya terbaiknya loh.

Okay, tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja aku mulai review album ini dengan track pembuka, yaitu Lizard [04:28]. Intronya dibuka dengan permainan techno-sound serta indutrial-theme yang dilanjutkan dengan permainan riff gitar yang cukup berat, dan itu mendominasi semua bagian verse-nya. Yup, verse-nya cukup enak walaupun terkesan standar. Yang membuat menarik justru ketika Hizumi beraksi dengan growl-nya. Chorusnya juga oke. Kelihatan sekali bagaimana tarikan vokal yang powerful itu berusaha menembus klimaks lagu. And he did it! Instrumental yang dimainkan, terutama interlude-nya, sebenarnya cukup asyik. Alunan beratnya itu yang aku sukai. Cuman sayang, kurang dibumbui dengan sesuatu yang cukup membangun lagu ini ke jalur yang lebih tinggi. But, good song, btw!

Selesai Lizard, diteruskan dengan BRILLIANT [04:33]. Lagu yang sudah pernah dirilis dalam bentuk single pada tanggal 14 April 2008 lalu. Tidak ada komentar lagi dariku kecuali lagu ini memang bisa membentuk semangat tersendiri kepada pendengarnya saat menyaksikan lagu ini. Selanjutnya giliran lagu REDEEMER [04:20]. Wah wah, another good song by D'espairsRay! Bukan hanya untuk album ini, tapi secara keseluruhan karirnya D'espairsRay. Sebuah lagu yang worth untuk disimak, terlebih menonton PV-nya yang rada "unik" itu. REDEEMER memainkan alunan-alunan riff gitar yang sangat menarik. Yup, sebuah permainan riff gitar yang mungkin menjadi riff terbaik dari semua lagu yang ada dalam album ini. Intro-nya oke. Begitu juga saat verse dimulai. Vokal Hizumi yang sedikit ditambah dengan sound-efek makin mempertegas betapa "gagah"-nya dari lagu ini. Berhubung lagu ini sedikit bertemakan religius [bisa disimak pada cover albumnya], Hizumi melalui lirik-lirik yang dia bawakan sangat bisa disaksikan bagaimana dia mau menyampaikan suatu pesan khusus. Yah, memang harus menunggu translasi-nya nih. Kredit mungkin bisa diberikan pada Karyu yang mengolah atraksi gitarnya sedemikian rupa hingga terdengar catchy. Tidak lupa juga dengan Zero yang aksi driving bass-nya sangat terasa sekali dentumannya sepanjang durasi lagu.

Kouhaku [04:27] menjadi lagu berikutnya. What a pretty song! Musiknya sedikit melunak dan juga lebih nge-groove-ballad. Aku suka dengan nuansa lagu ini yang terasa sedikit suram. Apalagi chorus yang dibawakan oleh Hizumi, so emotional. Hingga penjiwaan yang dimainkan oleh Hizumi tersampaikan dengan jelasnya kepada pendengar. Nice verse, great intrumental. Aku sangat suka sekali dengan tipe lagu-lagu begini. Atmosfir-nya itu loh. Selesai Kouhaku, diteruskan dengan lagu berikutnya, yakni KAMIKAZE [04:23]. Lagi-lagi sebuah lagu yang sudah dirilis dalam bentuk single. Rilisnya tanggal 06 Agustus 2008 kemarin. Juga menjadi lagu favoriteku yang ada dalam album ini! Lagunya, sesuai dengan judulnya, terasa meledak-ledak dengan aksi vokal Hizumi yang menawan, terutama bagian pre-chorusn dan chorusnya! Mantap banget buat dinyanyikan bareng. Motto, motto, I want to fly so far, kitto tadori tsuku hazu, I'm leaving, Itsuka dare mo mugen no kaze ni naru....

Selanjutnya, Lost in re:birth [04:08]. Nice intro there! Dan jika disimak dengan lebih teliti dan benar-benar, lagu ini mengingatkan kita akan awal-awal karir-nya D'espairsRay. Haha. Sebuah nostalgia yang manis dari D'espairsRay kepada para fans setia-nya. Karyu beraksi dengan riff-riff berat gitarnya yang relatif aggressive, yang juga bisa membuat kepalaku bergoyang. Bagian menarik dari lagu ini adalah Hizumi pada bagian verse-nya beraksi dengan deep-growling-nya yang super keren itu. Belum lagi ditambah dengan chorusnya yang dahsyat punya!

Nuansa slow, tenang, menghanyutkan dengan penekanan sisi emosional yang sangat dalam, bisa disimak pada lagi berikutnya. Yaitu R.E.M-Fuyu no genchou- [04:57]. Sungguh, lagu ini sangat enak sekali untuk dinikmati. Trust me! Apalagi saat menyimak bagian chorusnya. Sebuah klimaks lagu yang sangat terasa sekali power-nya! Untuk verse-nya, memang jauh berbeda dengan chorusnya tadi. Memainkan alur musik yang lembut dengan bagian-bagian melodi manis yang dihasilkan melalui gitarnya Karyu, serta driving bass-nya Zero. Guna menambah kesan dalam lagu ini, ditambahlah dengan ornamen dentingan piano serta alunan orchestra. Nice one!

Diteruskan kemudian dengan lagu yang menjadi single terakhir untuk album ini, yaitu HORIZON [04:06]. I really really love this song! PV-nya juga tidak bosan-bosannya aku tonton terus. Simak saja aksi driving-bass-nya Zero yang fuckin' cool itu! Belum lagi Karyu memainkan part-part melodi gitarnya yang catchy, termasuk juga momen terbaik yang ada dalam di lagu ini, yaitu melodi solo gitar-nya yang terasa nge-blues itu! Yeah! Can you feel, the new world, we must make it, we're goint to the end... Berikutnya adalah sebuah lagu yang diberi judul MASQUERADE [03:59]. Tipikal lagu-lagunya D'espairsRay. Kembali mengandalkan distorsi gitar yang mendominasi lagu. Walaupun sudah terlalu sering mendengarkan lagu-lagu model seperti ini dari D'espairsRay, aku rasa lagu ini oke juga untuk disimak. Bagian verse asyik. Apalagi Hizumi kembali sebagian verse-nya dengan aksi growl. Dan itu disambung dengan melodic-chorusnya yang ear-catchy! Sayang saja lafal bahasa Inggris-nya tidak bisa aku simak dengan jelas. Begitu juga dengan penutup lagunya yang terasa langsung "STOP" di situ saja.

Next song, Yozora [04:17]. Weleh, lagu yang sangat catchy ala Oshare-kei dengan sedikit nuansa pop. Ada apa denganmu, D'espairsRay? Ber-eksperimen lagi kah? But it's okay. Setidaknya aku masih bisa menikmati lagu yang mengambil tempo agak up-beat ini. Driving line-bass-nya Zero, terdengar apik. Namun justru mengingatkan aku akan lagu HORIZON. Did you notice it? Sedangkan chorusnya membuat aku teringat dengan lagu lama miliknya Dir en grey, yakni JESSICA [album KISOU]. Not bad. Apalagi falseto-nya Hizumi yang sayang banget jika dilewatkan begitu saja. Oh please, jangan ada yang kasih komentar kalo falseto-nya Hizumi menyerupai falseto-nya Hyde [vokalis L'Arc~en~Ciel].

Diteruskan lagi dengan lagu berikutnya, PARADOX 5 [05:40]. Lagi, sebuah lagu eksperimen yang coba ditampilkan oleh D'espairsRay buat penggemar setianya. Intronya saja sudah menggambarkan hal tersebut. Di mana langsung diisi dengan bebunyian perkusi etnic/tradisional gitu. Setelah itu diiringi dengan alunan musik yang cukup enjoyable. Nuansa lagu cukup lambat dan lembut. Namun sentuhan power ala D'espairsRay bisa disaksikan pada chorusnya. Lagu ini juga semakin menarik dengan tambahan backing vokal suara cewek yang terasa banget etnic-nya. Begitu juga dengan ornamen sound dentingan piano. Menambah kesan anggun terhadap lagu ini. Sekali lagi, Zero bermain atraktif dengan bass-line-nya. Momen menarik bisa disimak pada durasi 03:46 sampai dengan 04:29. Great one!

Sampai juga pada lagu penutup album, yaitu HEAVEN'S COLOR [04:41]. Intronya hampir mirip dengan intro lagu BRILLIANT. Dan aku rasa ini sebuah lagu penutup yang sangat pas sekali. Tema lagu cukup riang, gembira dan tentunya memberikan suatu semangat tertentu bagi yang mendengarkannya. Petikan-petikan electric gitar pada bagian outro memberikan salam perpisahan yang memorable. Good.

Selesai juga mereview album ini. Well well, secara keseluruhan album ini memang bagus. Tapi apa yah, kok seakan-akan ada kesan seperti ini: "Heh, that's it?" Dalam artian, banyak lagu bagus tapi ada di sisi itu juga terasa kurang memberikan kesan yang mendalam bagi yang mendengarnya, setidaknya untuk diriku sendiri. Istilahnya hanya numpang lewat saja. Namun apapun itu, album ini memang berada jauh di atas kata standar. Alhasil, 5/5 bintang. Tapi terus terang saja, walaupun aku kasih rating 5 bintang, REDEEMER sangat susah sekali untuk bersaing dengan album Kyuutai miliknya MUCC, yang sampai detik ini masih menjadi calon terkuat untuk mendapatkan predikat BEST ALBUM OF THE YEAR, tentu saja versiku sendiri!

Okay sampai di sini dulu. Terima kasih atas perhatiannya dan semoga berkenan....

Tambahan:
D'espairsRay's official site: http://www.despairsray.jp/
D'espairsRay's official MySpace: http://www.myspace.com/despairsray
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=177


ReviewReviewReviewReview12012 - mar maroonMar 17, '09 9:57 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:12012
Tanggal 11 Maret 2009 kemarin, hari yang sama di mana D'espairsRay juga merilis album REDEEMER, 12012 merilis album mayor keduanya yang kali ini mengambil tajuk mar maroon. Wait? Apa layak aku bilang ini sebagai album? Sebab sebagaimana kita ketahui bersama di dalamnya bisa ditemukan lima buah lagu single. Cocoknya mungkin disebut sebagai "single collections" aja kali ya. Haha. Well, nevermind! Kelima buah lagu single tersebut adalah MERRY GO WORLD, Taiyou, Aitai kara..., As dan terakhir Hallelujah. mar maroon sendiri dirilis dalam dua varian. REGULER EDITION dan LIMITED EDITION. Untuk LIMITED EDITION di dalamnya ada bonus DVD yang aku sendiri tidak tau isinya apaan. Sedangkan REGULER EDITION hanya berupa CD Audio saja.

Mungkin ada yang bingung, heran, atau pun ternganga dengan mulut lebar kenapa 12012 memakai kata "mar maroon" sebagai nama albumnya. Well, sepengetahuanku, mar maroon itu kata lain untuk menyebut St. Maroun. Siapa dia? St. Maroun ini merupakan seorang pendeta Kristen berkebangsaan Syria yang hidup di abad ke-5. Mr. Maroun juga dikenal dengan The Maronites. Orang ini bekerja sebagai penginjil, menyembuhkan orang sakit dengan mukjizat-nya, dan pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan pegabdian dirinya terhadap sesama manusia.

Hmm, setelah merilis single dengan judul Hallelujah, kali ini 12012 menggunakan nama seorang penginjil. Apakah 12012 sudah mulai ke arah RELIGIUS? Atau hanya sekedar sok RELIGIUS saja? Aku tahu salah satu alasan kenapa 12012 mulai bersikap seperti itu dalam beberapa waktu terakhir ini. Masih ingat pada bulan September 2007 lalu di mana Miyawaki Wataru ditangkap polisi karena menganiaya seorang cewek kenalannya saat dalam keadaan MABUK BERAT? Nah, mungkin saja Wataru mau mempertontonkan rasa penyesalannya [baca: TOBAT] kepada kita. Bagaimana caranya? Yah, melalui bermusik. Seperti memakai istilah "hallelujah" yang artinya "Pujilah Tuhan". Yup, selalulah memuji kepada Tuhan supaya memperoleh pengampunan. Dan tentunya berdoa agar 12012 tidak mendapatkan stigma-sosial dari masyarakat di sana akibat kejadian tersebut. Hahaha....

Sekilas profile dari 12012. Band yang aktif sejak tahun 2003 ini di dalamnya berisikan lima orang personil. Mereka adalah Miyawaki Wataru [eks Lubis Cadir] pada posisi vokal, Sakai Hiroaki [eks Killa] sebagai gitaris, Suga Yuusuke [eks Lubis Cadir] juga sebagai gitaris, Enya Tomoyuki [eks Mist of Rouge] pegang alat bass dan Kawauchi Tohru [eks Nezire] yang otomatis mengawangi posisi drum. Musik yang mereka mainkan murni general rock yang dibubuhi sedikit dengan nuansa aliran rock & roll. Semenjak menjadi band mayor, warna rock & roll-nya tambah terlihat kental. Kontras banget ketika mereka masih indie [sekitar 4-5 tahun yang lalu] dan berada dalam naungan label UNDER CODE PRODUCTION. Wajar saja sih, sebab menjadi band mayor mau tidak mau 12012 harus bisa menyesuaikan dengan selera dan mengikuti permintaan pasar mainstream.

Okay, cukup sudah dengan basa basinya. Saatnya untuk mereview album ini. Namun sebelumnya, berhubung lima buah lagu di dalamnya sudah pernah dirilis dalam bentuk single, jadi aku akan mereview lagu-lagu barunya saja. Selain capek, rada malas juga nih untuk mendengarkan lagu-lagu single-nya lagi. Bosan banget, man! Langsung saja aku mulai dari tembang pembuka album, yaitu THE WORLD [02:25]. Yah, bukan track yang istimewa banget sih. Bisa dibilang ini hanya merupakan track intro yang diisi dengan alunan musik plus vokal Wataru yang di-synthesizer. Selanjutnya, giliran lagu DNA [04:15]. Aku suka dengan intro-nya. Cukup memainkan distorsi dengan tambahan sound-sound dari alat musik turn-table. Kejutannya tidak sampai di sini. Sebab lagunya memang sedikit dibumbui dengan nuansa hip hop. Good song! Apalagi saat menyimak melodic-chorusnya, walaupun makin sering didengar malah terkesan standar layaknya chorus lagu-lagu 12012 lainnya.

Dan kemudian ada lagu berjudul Smile Again [04:03]. Sebuah lagu yang manis. Lebih lembut dibandingkan lagu-lagu sebelumnya. Awal lagu aku cukup berharap bahwa lagu ini akan terasa beda dan unik. Tapi yah, lagi-lagi sebuah lagu tipikal-nya 12012. Apalagi dengan chorus yang terdengar gitu-gitu aja terus. Bahkan pada suatu part, vokal Wataru seperti orang mengomel tidak karuan saja. Walau begitu, tetap sebuah lagu yang cukup asyik untuk disimak. Di mana dari segi musiknya lebih banyak memainkan alunan-alunan melodi yang dinamis dan se-harmoni dengan verse-nya.

OH MY GOD, aku langsung menutup kedua buah telingaku begitu lagu PSYHCO VIRUS [03:34] dimainkan. Jeritan Wataru pada awal lagu jeleknya minta ampun! Sungguh menjadi sesuatu yang fatal. Mood untuk mendengarkan lagu ini langsung hilang begitu saja. Dan ternyata memang kejadian. Lagunya biasa saja dengan memainkan irama-irama seperti ini sepanjang durasi. Sangat disayangkan sekali. Padahal Tomoyuki sudah memainkan driving-bass-nya dengan lincah dan grooving. Sangat ketebak sekali jika ini merupakan sebuah filler-track.

SYSTEM [0] DOWN [03:41] menjadi lagu selanjutnya. Lagu ini sebenarnya cukup asyik dan catchy. Cuman, alunan musiknya hampir sama saja seperti lagu-lagu sebelumnya. Juga dengan chorus yang seperti itu-itu pula. Jadinya, ya gitu deh....!

Dan akhirnya, datang juga sebuah lagu yang agak berbeda dan juga potensial bisa juga disimak dalam album ini. Yaitu GENERATION [04:30]. Lupakan saja pelafalan bahasa Inggris Wataru yang ada pada bagian depan lagu. Begitu juga dengan awal lagu ini yang terdengar biasa. Sebab, semakin lagu ini berjalan, semakin naik pula tingkat enjoyable yang bisa dirasakan oleh pendengar. Dalam artian, semakin berkembang ke arah yang baik. Terlebih pada bagian chorusnya. Instrumental lagu banyak diisi dengan melodi yang menarik, termasuk aksi solo melodi gitarnya. Dan lagu ini pun semain tambah menarik dengan alunan sound ala orchestra maupun organ. Good song, btw! Mungkin juga ini menjadi salah satu lagu terbaik dari semua lagu baru yang ada dalam album mar maroon ini!

Oh iya, tidak ketinggalan lagu berikutnya, yakni I DEAL [04:17], aku jadikan sebagai lagu favoriteku dalam album ini setelah lagu GENERATION tadi. I DEAL, sebuah lagu yang sangat apik sekali. Baik itu dilihat dari aransemen hingga komposisinya. Verse ditampilkan Wataru dengan tanpa cacat. Apalagi pada bagian chorusnya, very exciting! Permainan ritem gitar yang dibawakan oleh Hiroaki dan Yuusuke sangat kental dengan sentuhan rock & roll-nya. Dentingan-dentingan piano, turut memperindah lagu yang sudah sangat manis ini.

Masih ada satu buah lagu lagi, yang menjadi bonus song dari album mar maroon edisi LIMITED EDITION. Judulnya yaitu Negai [04:10]. Yup, memang pantas sekali dijadikan bonus song. Sebab lagunya memang worth untuk disimak. Memang terasa melankolis, tapi juga nge-rock! Aku suka dengan chorusnya, di mana Wataru mengambil posisi nada yang cukup tinggi itu dengan baik. Another my favorite track in this album!

Huff, selesai juga review track-per-track-nya! Secara keseluruhan album ini aku kasih rating 4/5 bintang. Walaupun ada beberapa tembang single yang kurang begitu aku sukai [seperti Aitai kara... dan Hallelujah], untung saja bisa ditemukan 3-4 lagu yang lebih bagus dalam album ini dibandingkan dua tembang tadi. Yaitu DNA, GENERATION, I DEAL dan Negai.

Yosh, no more comment from me. Thank you very much and see ya again....

Tambahan:
12012's official site: http://www.12012.jp/
12012's official MySpace: http://myspace.com/12012
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=173


ReviewReviewReviewReviewGLAY - SAY YOUR DREAMMar 17, '09 9:55 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:GLAY
SAY YOUR DREAM, merupakan rilisan awal GLAY di tahun 2009 ini. Sebelumnya di tahun 2008 kemarin, GLAY sudah merilis empat buah single. Dimulai dari Ashes.EP, STARLESS NIGHT/VENUS [digital single], VERB dan Aka to kuro no MATADORA/I LOVE YOU wo sagashiteru. Kemungkinan besar dalam waktu yang tidak terlalu lama GLAY akan merilis album terbarunya. Yeah, can't wait! Single SAY YOUR DREAM sendiri dirilis tanggal 04 Maret 2009 dan di dalamnya bisa dijumpai enam buah track lagu [dua diantaranya merupakan track instrumental]. The song tittle, SAY YOUR DREAM, memiliki durasi waktu yang sangat panjang. Hampir mencapai 13 menit! Gile! Gimana PV-nya yah? Kalo didownload mungkin memakan size ratusan megabyte. Hehe.

GLAY yang terbentuk sejak tahun 1988 ini masih terdiri dari 4 orang personil. Yaitu Teru pada vokal, Takuro sebagai gitaris, Hisashi juga sebagai gitaris dan Jiro memegang alat musik bass. Untuk drummer, diisi oleh support member yang bernama Nagai Toshi. Nagai menjadi support member sejak tahun 1995. Pernah sih GLAY menawarkan kepada Nagai untuk menjadi personil resmi dari GLAY. Namun Nagai menolaknya entah karena alasan apa. Apa karena gaji yang ditawarkan masih kurang banyak? Gak mungkin lah. Hehehe.... Membicarakan soal warna musik GLAY, bisa dibilang musik mereka bergenrekan pop-rock yang sedikit dibumbui dengan genre rock & roll [maklum, semua personil GLAY nge-fans berat ama band asal kota Liverpool, THE BEATLES]. Tidak jarang juga mereka sering kali membuat lagu ballad yang bisa menyentuh hati dari para pendengar....

Okay, segera kita simak bersama single ini dengan track pembuka, yaitu chronos [01:51]. Bukan tembang sepesial sih. Sebab ini hanya sebuah track intro saja. Walau begitu, tetap asyik kok untuk disimak, terlebih mendengarkan gesekan biola, dentingan piano, serta orchestra-sound-nya.

Berikutnya disambung dengan sebuah lagu utama, apalagi kalau bukan SAY YOUR DREAM [12:58]. Seperti yang aku katakan di atas tadi, durasi lagu ini memang super lama banget! Apakah GLAY memang niat membuat lagu sepanjang 12 menit lebih? Well, sebenarnya ini terdiri atas dua buah lagu yang digabung menjadi satu. Begitu lah informasi yang aku peroleh. Tapi jika mendengarkan lagu ini, memang terasa kok kalo lagu ini terdiri atas dua bagian. Bagian jeda-nya bisa disimak pada menit ke 06 :22. Apapun itu, SAY YOUR DREAM sekali lagi menjadi tembang yang cukup oke disimak oleh pendengar, terlebih lagu fansnya GLAY. Jangan terjebak dengan intro-nya yang terasa ballad, sebab untuk selanjutnya musiknya akan berjalan rada up-beat, tipikal lagu-lagu GLAY lainnya. Sesuai dengan judulnya, lagu ini memang terasa positive feeling serta mengajak kita untuk selalu have fun! Verse yang dimainkan identical dari GLAY itu sendiri. Di mana Jiro tetap terlihat atraktif dengan permainan bass-nya. And I like the chorus! Enak untuk diajak bernyanyi bareng! Itu bagian awalnya. Pada bagian kedua dari lagu ini, SAY YOUR DREAM barulah tampak mulai alunan-alunan musik yang rada slow dan tentunya, semi-ballad. Overall, this song is good! I love it! Dijamin tidak akan memakan sia-sia waktu kalian....

Next song, Haru made wa [05:35]. Lagunya terasa lebih nge-pop-ballad, dengan memainkan nuansa musik yang agak sepi, lembut dan menyentuh. Simak saja bagaimana Teru membawakan lirik-lirik lagunya dengan penjiwaan yang optimal. Mendengarkan lagu ini bisa membuat pikiran kita terasa menerawang ke-mana-mana. Sebuah lagu yang sangat cocok untuk didengarin apabila membutuhkan suatu inspirasi. Musik didominasi oleh permainan keyboard serta dentingan piano. Ditambah lagi dengan driving bass-nya Jiro yang slow tapi grooving banget. Tidak lupa tentunya sedikit sentuhan melodi yang catchy.

Diteruskan kemudian dengan dua buah track instrumental. Yaitu SAY YOUR DREAM (instrumental) [12:58] dan Haru made wa (instrumental) [05:35]. Memang sih instrumental. Tetapi tetap oke kok untuk disimak. Terlebih yang SAY YOUR DREAM (instrumental).

Sampai juga pada lagu terakhir yang ada di dalam single terbaru GLAY kali ini. Judulnya yaitu THE MEANING OF LIFE [09:25]. Lagu ini merupakan cover song dari band punk asal California, Amerika Serikat, yaitu THE OFFSPRING, dan ada di dalam album AMERICANA. THE OFFSPRING sendiri mulai dikenal orang sejak merilis album SMASH yang super-sukses itu, dimana di dalamnya bisa dijumpai dua buah lagu hits, COME OUT AND PLAY dan the song title, SMASH. Ketika album ini dirilis, aku duduk di kelas 1 SMA loh. Haha. Jadi merasa tua sendiri nih. Album SMASH sendiri sampai sekarang masih menjadi salah satu THE BEST-SELLING INDEPENDENT LABEL OF ALL TIME di Amerika sono. Wow! Dan aku sungguh tidak menyangka jika GLAY menyukai band THE OFFSPRING ini. Silakan disimak saja lagunya. Yang pasti, lagunya nge-punk-rock kok!

Oh iya, apakah kalian menyadari bahwa setelah lagu THE MEANING OF LIFE selesai, ada sebuah lagu lagi loh. Aku tidak tahu judulnya [anyone? anihimura?]. Dan lagu tersebut dibawakan saat GLAY tampil live. Itu artinya: lagu ini merupakan HIDDEN TRACK yang disertakan dalam single ini. Haha... Thank you so much, GLAY!

Well, what a very nice single! Banyak kejutan yang diberikan GLAY kepadaku melalui single ini. Mulai dari tembang SAY YOUR DREAM yang cukup panjang durasinya, membawakan lagu miliknya THE OFFSPRING dan tentu saja sebuah hidden track. Secara keseluruhan single ini layak kok untuk dicicipi. Anggap saja single ini sebagai persiapan akan dirilisnya album terbaru mereka dalam waktu dekat ini [mungkin loh].

Alhasil, 4/5 bintang. Terima kasih dan semoga berkenan....

Tambahan:
GLAY's offcial site: http://www.glay.co.jp/
GLAY's offcial site MySpace: http://www.myspace.com/glayofficial
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=8


ReviewReviewReviewReviewReviewD - Genetic WorldMar 17, '09 9:54 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:D
Yup, review ini mungkin terasa telat mengingat album Genetic World ini dirilis tanggal 25 Pebruari 2009 kemarin. Harap maklum, sebab aku memang tidak banyak memiliki waktu luang. Sibuk terus. So, sekarang saatnya mumpung ada beberapa jam yang bisa aku habiskan untuk mereview album ini. Dan juga aku minta maaf sebelumnya apabila review kali ini tidak aku jabarkan secara mendetail. Genetic World sendiri merupakan debut album mayor pertama D setelah menanda tangani kontrak dengan salah satu perusahaan rekaman terkenal di Jepang sono, yaitu AVEX TRAX. Dan secara keseluruhan di dalamnya berisikan total 12 lagu. Sangat disayangkan lagu berjudul Hamon tidak diikut-sertakan. Genetic World juga dirilis dalam tiga bentuk varian. TYPE A, TYPE B dan Reguler Edition. TYPE A di dalamnya bisa ditemukan DVD yang isinya PV dari lagu terbaru dalam album ini, yaitu Nocturnal. Untuk TYPE B juga ada bonus DVD di mana di dalamnya bisa disimak sebuah digest footage dari acara TV Bara no Yakata. Sedangkan untuk Reguler Edition, seperti biasa, hanya sebuah CD Audio saja.

Tak kenal maka tak sayang. D di dalamnya terdiri atas lima orang personil. Mereka adalah Asagi [eks Syndrome] pada vokal, Ruiza [eks Syndrome] sebagai gitaris [salah satu gitaris favoriteku!], Hidezou yang juga berposisi sebagai gitaris, Tsunehito [eks SCISSOR] yang penuh bakat di posisi bass dan terakhir tentunya Hiroki yang menggawangi posisi drum. Warna musik yang dimainkan D bisa dibilang perpaduan antara sedikit metal dan melodic rock [sebuah kombinasi genre yang agak unik], dengan sentuhan musikalitas serta aransemen tingkat tinggi hingga menghasilkan karya-karya yang anggun. Dan itu tetap dibawa oleh D walaupun sudah berlabel mayor, cuman kadarnya yang sedikit dikurangin.

Okay, tanpa perlu berlama-lama lagi, langsung saja aku mulai dengan tembang pembuka album, yaitu Nocturnal [04:01]. Tanpa basa-basi, D langsung membuka album ini dengan sebuah lagu yang super dahsyat! Perpaduan antara melodic-rock dan metal. Very nice! Sangat tipikal dengan lagu-lagunya D jaman album The Name of the Rose, yang sampai detik ini juga masih menjadi album D ter-favoriteku! Memainkan tempo yang cukup cepat, sedikit aggressive dengan permainan aransemen musik yang menawan. Simak saja mulai dari aksi solo melodi gitar-nya Ruiza hingga permainan bass Tsunehito yang super-tegas. Sebuah tembang pembuka yang sangat pas untuk membangkitkan mood pendengar!

Masih kurang puas dengan lagu sebelumnya tadi? Lagu berikutnya ini dijamin membuat fans musik cadas sekalipun akan memberikan apresiasi-nya. Yaitu Colosseo [05:23]. I love the intro! Ruiza dan Hidezou menawarkan permainan riff-riff gitar yang rada mengancam dengan sedikit sentuhan neo-classical! Verse-nya cukup berbobot dengan tetap mengandalkan ritme musik yang sedikit melambat, berat dan memiliki power tersendiri. Tapi entah kenapa aku kurang suka dengan pre-chorus-nya. Untung saja Asagi bisa mengimbanginya dengan melodic-chorusnya yang cukup asyik sambil diiringi dengan alunan musik yang rada catchy, plus permainan drum Hiroki ala marching-band! Salah satu lagu terbaik yang bisa disimak dalam album ini. Great job, D!

Selesai Colosseo, diteruskan dengan single pertama untuk album ini. Apalagi jika bukan BIRTH [04:16]. Well, no more comment from me about this song! Soalnya sudah pernah aku review sebelumnya. Yang pasti, BIRTH lagi-lagi menjadi salah satu lagu terbaik yang pernah diciptakan oleh D. Alunan gesekan biola dalam lagu tersebut sampai sekarang pun masih membekas di ingatanku. Disusul dengan lagu berikunya, Arabesque [04:09]. Dan lagi, sebuah lagu baru yang sangat layak untuk diandalkan. Tidak seperti tiga buah lagu sebelumnya tadi yang memainkan tempo cepat dan high-intense, Arabesque sedikit lebih lembut dengan tingkat groove yang enjoyable. Namun bukan berarti lagunya se-simple itu. Aransemen dan komposisi-nya luar biasa padat. Simak saja melodi-melodi yang dihasilkan Ruiza sepanjang lagu. Tidak lupa Tsunehito yang bermain apik dengan 5-line bass-nya!

Berikutnya, Yami no kuni no Alice [04:53], sebuah tembang yang sempat menjadi theme song game console Nintendo DS yang berjudul Twilight Syndrome -kinjirareta toshi densetsu-. Juga sebuah lagu yang SANGAT LAYAK untuk disimak. Sekali lagi permainan melodic-rock dengan sentuhan metal yang diperagakan oleh D. Nice melodic-solo-guitar there! Tentunya kalian sudah menonton PV dari lagu ini dong? Aku suka banget dengan kostum-nya Asagi do PV tersebut! Track selanjutnya, ada lagu yang berjudul Haitoku no mitsu wa kuyomogi no you ni [04:33]. Great intro, btw! Namun sayang, selebihnya tidak terlalu amazing banget. Biar begitu, lagu ini cukup asyik untuk disimak. Kali ini D menawarkan alunan-alunan musik yang sedikit nge-pop. Asagi beraksi dengan range vokal-nya yang luas itu. Mulai dari suara dalam, nada tinggi hingga falseto-nya. Chorusnya cukup memukau, terkesan ballad. Ornamen-orneman pendukung ala orchestra mampu membuat lagu ini sedikit terlihat lebih elegan. Good one!

Kitsunezuka [04:36], bisa dibilang merupakan sebuah filler-track yang rasanya jika di-SKIP-pun, kita tidak merasakan penyesalan maupun berdosa. Yup, ini menjadi lagu pertama yang kurang begitu aku sukai yang bisa disimak dalam album kali ini. Di balik itu semuanya, sebenarnya, Asagi sudah menampilkan performa vokal yang optimal serta lengkap dengan sisi emosional-nya. Terasa klasik! Juga Ruiza beraksi dengan melodi-gitar-nya yang benar-benar membunuh! Sayang alur musik-nya yang seperti itu membuat lagu ini sedikit monoton dan kurang memberikan kesan. But, it's okay lah....


Tsunehito (bass) - Hidezou (guitar) - Asagi (vocals) - Hiroki (drums) - Ruiza (guitar)

Lagu berikutnya, yakni Meteo ~mubi no koku~ [03:51], hampir sama dengan lagu Colosseo tadi, kembali menampilkan permainan yang sangat aggressive. Bahkan ini menjadi lagu TERCADAS dari 12 buah lagu yang ada di album ini. THIS SONG KICKASS! Baik itu dimulai dari aksi trashed-riffs guitar-nya, driving bass yang lincah ke sana kemari dan tentunya aksi permainan drum dari Hiroki yang sedikit terasa death-metal [speeding snare plus double-pedal!]. Everything is good here. Verse, chorus, instrumental, interlude bahkan sampai dengan [lagi-lagi deh] melodi gitar-nya Ruiza. Satu saja kekurangannya: falseto-nya Asagi yang super hancur itu! Ampun deh....

Disusul kemudian dengan lagu selanjutnya, yaitu Hydrograph [05:01]. Intro-nya yang cukup berat itu kurang lebih meyerupai intro-nya lagu Yami no kuni no Alice. Kurang kreatif, D? Begitu juga dengan musiknya. Sudah terlalu sering aku mendengarkan alunan-alunan seperti ini pada lagu D sebelumnya. Yah, bukan sebuah lagu yang oke, tapi tetap saja lagu yang layak untuk didengarin. Terlebih di sini bisa disaksikan bagaimana D memainkan interlude-interlude yang super berat! Ruiza, di pertengahan lagu [tepatnya bagian solo gitar] beraksi dengan teknik taping-nya tuh! Selesai Hydrograph, diteruskan dengan single terakhir yang dirilis untuk album ini, Snow White [05:10]. Banyak orang yang membenci lagu ini. Tapi tidak bagiku! I really love this power-ballad-song! Justru di sinilah D membuktikan kepada kita jika mereka bisa membawakan lagu yang sedikit sentimentil serta melankolis. Bahkan vokal Asagi di sini tampil dengan luar biasanya. Terlebih vibran-nya itu.

Dan lagu berjudul Rakuen [05:17], menjadi track terakhir sekaligus penutup album. Duh, pada awalnya aku cukup gembira karena lagu ini bakalan terdengar akustik sampai dengan akhir lagu. Ternyata oh ternyata, itu hanya sampai pada detik ke-50 saja. Seterusnya ya kembali nge-rock dengan electric-guitar-nya. Tapi tak apalah. Walaupun terasa lebih nge-pop, lagunya sangat manis sekali untuk disimak. Selain itu lagunya juga memberikan kesan kelembutan yang tidak terhingga. Hmm, mungkin sesuai dengan judulnya kali ya, dimana dalam bahasa Indonesia-nya "rakuen itu berarti "surga". The chorus is very beautiful sembari diiringi dengan permainan drum/floor-tom miliknya Hiroki yang inspiratif. Omong-omong, menyimak ketukan drum serta permainan bass lagu ini kok mengingatkanku akan lagunya LUNA SEA yang berjudul IN MY DREAM (WITH SHIVER) yah? Hehe....

Yup, secara keseluruhan album debut mayor miliknya D ini sangat LAYAK untuk disimak. Lagu-lagu barunya juga tidak kalah jauh beda kualitasnya dibandingkan single-nya. Sebut saja seperti Nocturnal, Colosseo, Arabesque, Meteo ~mubi no koku~ dan Hydrograph. Untuk musik, terlihat sekali D mencoba memainkan gaya musik lama-nya yang dipadu dengan gaya musik terbarunya [semenjak menjadi mayor]. Dan aku rasa itu cukup berhasil.

Alhasil, album ini aku kasih 5/5 bintang. Namun, jika disuruh memilih antara album Genetic World ini dengan album terakhir indie mereka, yakni [NEO CULTURE] ~Beyond the world~, aku lebih prefer pada album [NEO CULTURE] ~Beyond the world~. Tapi, itu tidak menjadi persoalan yang berarti. Just enjoy this great album!

That's it. Semoga berkenan. See ya....

Tambahan:
D's official site: http://www.d-gcr.com
AVEX TRAX's official site: http://www.avexnet.or.jp/
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=93


ReviewReviewReviewReviewShinkou Shuukyou Gakudan NoGoD - GokusaishikiMar 17, '09 9:52 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Shinkou Shuukyou Gakudan NoGoD
Setelah merilis album Mugenkyou di bulan April 2008 lalu, tepat di tanggal 25 Pebruari 2009 kemarin Shinkou Shuukyou Gakudan NoGoD [untuk selanjutnya aku sebut NoGoD saja] kembali menyapa penggemarnya dengan album terbarunya yang kali ini mengambil tajuk Gokusaishiki. Total di dalamnya berisikan 11 buah lagu, plus sebuah lagu bonus yang bisa didapatkan pada varian Reguler Edition-nya. Sedangkan untuk Limited Edition, terdapat bonus DVD yang isinya berupa sebuah PV untuk lagu Bankoku shinsoudai Circus. Sebuah pemilihan yang bagus! Sebab lagu Bankoku shinsoudai Circus menjadi salah satu lagu favoriteku dalam album ini! Setelah menyimak album ini secara menyeluruh mulai dari track awal sampai track akhir secara berturut-turut, well, aku tidak tahu kenapa, yang pasti album ini tidak SEHEBAT album Mugenkyou kemarin itu. Sedikit meninggalkan rasa kekecewaan. Namun biarpun begitu, Gokusaishiki tentu saja menjadi album yang layak untuk disimak.

Sekilas profile dari NoGoD. Band yang terbentuk sejak tahun 2005 ini terdiri dari 5 orang personil. Mereka adalah Danchou sebagai vokalis, Kyrie dan Shinno memegang alat gitar, Karin pada posisi bass dan terakhir K tentunya pada posisi drum. Dengar-dengar salah satu gitarisnya sudah cabut dari NoGoD. Aku sendiri kurang mengetahui siapa personil yang cabut tersebut. Atau itu hanya gosip belaka?!! Yang menjadi ciri khas dari band NoGoD adalah dandanan ala Visual-kei dari para personilnya yang sangat nampol sekali! Ditambah lagi dengan selalu menggunakan kostum yang memakai perpaduan warna antara merah dan hitam. Terkesan berani juga misterius. Warna musik yang dimainkan NoGoD secara umum bisa dikatakan rock. Namun bukan sembarang rock. Sebab tidak jarang musik yang mereka mainkan diselipin dengan nuansa melodic metal. Bagi NoGoD, membuat lagu dengan aransemen dan komposisi yang tepat kayaknya bukan menjadi sesuatu hal yang tabu lagi. NoGoD sampai saat ini masih tergabung dalam label rekaman bernama ART POP [SEX-ANDROID, dll.]

Okay, langsung saja kita simak bersama album ini dengan sebuah lagu pembuka, yakni Zesshoku [05:36]. Sebuah lagu yang oke banget! Tidak salah jika dijadikan pembuka album. Lagunya sendiri menampilkan ciri khas dari NoGoD itu sendiri, alur musik yang super aggressive dengan permainan gitar yang rada berat. Verse yang dibawakan cukup menyita perhatianku. Namun sayang, chorusnya kembali menampilkan melodic-chorus yang rasanya terkesan pasaran sekali. Yah, tipikal chorus-chorus dari lagu lainnya milik NoGoD gitu deh. Ada kesan membosankan! Padahal permainan instrumental-nya sudah keren dan terkesan ambisius itu. Apalagi Danchou menampilkan sedikit growl dan little-screamingnya.

Berikutnya giliran Ginsekai [03:41]. Nice song! Tetap tampil aggressive, cuman kali ini lebih catchy dan easy-listening. Bahkan secara keseluruhan, lagu ini mampu membuat kita bersemangat saking positif-nya nuansa musik yang ditampilkan. Tidak seperti lagu sebelumnya tadi, bagian chorus cukup beda dan terasa lebih fresh di sini. Thanks to Danchou! The verse is good. Aku suka dengan alur permainan gitar yang mengiringi vokal Danchou di bagian verse. Dan akhirnya, NoGoD pun sedikit memberikan aksi fan-service-nya pada interlude pertengahan lagu. Simak saja mulai durasi 01:51. Terasa cadas, berat, namun akhirnya kembali ke suasana catchy sebelumnya tadi.

Diteruskan dengan Shirube [04:18]. Sebuah tembang yang sudah pernah disimak dalam singlenya yang dirilis bulan Oktober 2008 kemarin, yaitu Midori no kaze. Yup, sebuah lagu terbaik yang pernah dibuat oleh NoGoD. Selesai Shirube, lagu selanjutnya adalah Kanaria [05:43]. I love this song! Setelah agak monoton dengan tiga buah lagu sebelumnya, Kanaria sangat unik. Di mana di dalamnya memainkan aksi riff-riff gitar yang lebih berani dan asyik. Petikan-petikan gitar pada verse yang terkesan misterius itu membuat nuansa lagu sedikit suram. Wow, sebuah atmosfir lagu yang sangat menarik. Danchou tumben-tumben-nya bernyanyi dengan vokal yang agak dalam. Usaha bagus. Dan bagian terbaiknya, apa yang ditampilkan Danchou pada chorusnya sangat layak aku apresiasi. Beautiful melodic-chorus! Tidak mau kalah, para personil lainnya pun beraksi dengan permainan musikalitas yang luar biasa solidnya. Itu bisa didapat pada durasi 02:04 s/d 02:48 yang langsung diteruskan dengan aksi duo-solo-gitar! Sepertinya aku sudah menemukan track favoriteku di album ini nih!

Berikutnya, giliran lagu Shihan [03:48]. Lagu dibuka dengan permainan instrumental yang terasa nge-jazz. Setelah itu alunan musiknya secara keseluruhan terdengar cukup oke dan sedikit fun. Sayangnya, NoGoD kembali menampilkan chorus yang seperti itu-itu lagi. Sebelum memasuki rasa jenuh, untung lah aksi solo melodi gitar-nya kembali membuat pendengaranku kembali terjaga. Sebuah lagu yang manis, walaupun terasa "generic". Dan lagu Tsubasa [04:10] pun menjadi track berikutnya. Sama seperti Shirube, lagu Tsubasa bisa ditemukan dalam single Midori no kaze. Lagu yang sangat sayang untuk dilewatkan, walaupun terasa lebih nge-pop dan memainkan melodi-melodi yang catchy. Yang patut dikasih kredit di sini adalah aksi bass Karin yang super nge-top. Oh iya, tidak ketinggalan solo gitarnya.

Sama seperti yang mereka lakukan di album Mugenkyou [lagu Aozora], NoGoD kembali memainkan sebuah track intrumental yang kali ini dikasih judul Kono ame no mokou ni [04:52]. Lagunya bagus sih. Apalagi nuansa Joe Satriani-nya juga sangat kental sekali terasa di sini. Cuman jika disuruh memilih antara Aozora dan Kono ame no mokou ni, aku lebih memilih Aozora yang super duper kickass banget itu! Yakusoku no chi [06:00] sebuah lagu yang juga menjadi track favoriteku di album ini. Tidak perlu aku berikan komentar lebih jauh lagi akan lagu ini. Sebab lagu ini sudah pernah dirilis dalam single bertitelkan Ao no daichi. Yang pasti, bagian opening dari lagu ini sampai sekarang pun masih membekas diingatanku. Keren sih!

Lagu berikutnya, Seija no yuuutsu [04:57], benar-benar sangat terasa sekali nuansa power metal-nya. Haha. I love it! Lagunya sendiri memainkan permainan gitar yang super cepat, serta riff-riff yang aggressive. Sayang, hal itu tidak diteruskan oleh NoGoD. Tanggung sekali! Belum memasuki menit kedua, tempo lagu tiba-tiba kedodoran lagi Dan juga menampilkan chorus yang luar biasa standar-nya. Tapi yang patut diacungi jempol adalah pada bagian pertengahan lagu. Solo gitar-nya itu loh! Kesannya kok serasa mendengarkan band Galneryus beraksi yah? Hehe....

Dan ini dia, my another favorite song in this album, Bankoku shinsoudai Circus [05:14]. WHAT A GREAT SONG! AWESOME! PV-nya juga ada loh. Buruan download! Nuansa circus pada awal lagu sudah cukup mengundang rasa ingin tahu seperti apa lagu ini akan mengalir. Tema lagu-nya asyik. Sedikit misterius tapi penuh dengan hal-hal yang mengejutkan. Sayang, kelemahan lagi-lagu terjadi bagian chorus-nya yang terdengar aneh itu. Momen terbaik di lagu ini apalagi jika bukan bagian solo gitarnya, termasuk di dalamnya teknik taping yang sangat panjang itu [durasi 02:40].

Next song, Ano hi no sora ha gokusai de [06:08], sebuah lagu yang terasa sayang untuk dilewatkan begitu saja. Dengan iringan akustik gitar, NoGoD menampilkan sebuah lagu yang cukup melankolis. Yeah, what a cute ballad-song! Akhirnya sampai juga pada lagu terakhir yang bisa dijumpai sebagai bonus track dari album Gokusaishiki varian Reguler Edition, yaitu Yumemi shoujo [03:46]. Sebuah lagu yang cukup asyik dan menghibur! Solo gitar yang dimainkan Kyrie tentu saja semua orang pasti mengetahuinya. Haha. Ada-ada saja Kyrie ini, but that was okay! Nice song...!!!

Huff, akhirnya selesai juga. Capek banget nih! Seperti yang sudah aku bilang di permulaan tadi, Gokusaishiki merupakan sebuah album yang oke untuk disimak. NoGoD di sini kembali menawarkan permainan berat pada musiknya. Juga sedikit mencoba-coba sesuatu yang baru. Lagu Bankoku shinsoudai Circus dan Yumemi shoujo menjadi salah satu buktinya. Namun harus diakui, menurutku, album ini masih satu level di bawah album Mugenkyou. Di Mugenkyou sangat terasa sekali bagaimana sentuhan-sentuhan langsung dari masing-masing personil-nya melalui skill individu-nya. Nah itu yang kurang bisa aku rasakan dalam album terbaru ini.

Alhasil, secara keseluruhan album Gokusaishiki aku kasih rating 4/5 bintang. Ditunggu lagi deh karya-karya berikutnya dari NoGoD!

Terima kasih dan semoga berkenan....

Tambahan:
NoGoD's official site: http://artpop.org/NoGoD
NoGoD's official MySpace: http://myspace.com/shinkoushuukyougakudannogod
ART POP's official site: http://artpop.org
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=626


ReviewReviewReviewReviewDolly - Toki no resshaMar 17, '09 9:50 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Dolly
Satu lagi band indie Visual-kei yang resmi menjadi band mayor. Nama band tersebut adalah Dolly. Dan tanggal 18 Pebruari 2009 kemarin Dolly merilis debut mayor-nya, yakni berupa sebuah single yang dikasih judul Toki no ressha. Buat kalian yang penggemar berat fans Dolly, perlu aku katakan bahwa single ini sangat LAYAK sekali untuk disimak. Percaya lah! Lantas bagaimana bagi yang belum mengenal band ini? Mulai lah mengenal band ini dari sekarang. Sebab, dalam waktu ke depan nantinya, Dolly pasti akan selalu hadir dengan karya-karya terbaiknya. Berani taruhan? Apa yang membuat aku yakin terhadap masa depan Dolly ini? Sebab tidak tanggung-tanggung, Dolly sekarang ini langsung ditangani oleh dua orang musisi Jepang yang cukup punya nama di negara-nya sana. Yaitu DIE [eks hide with Spread Beaver] sebagai sound producer dan RITSU [eks STALIN] yang menjadi produser umum-nya!

Sekilas profile dari Dolly. Band yang sudah terbentuk sejak tahun 2005 ini dalamnya terdiri atas lima orang personil. Mereka adalah Mitsu pada posisi vokal, Masa [eks puchishokkusupeesu, Luecie] pada posisi gitar, Yuina [eks gerunika, Luecie] yang juga sebagai gitaris, Hachi [eks puchishokkusupeesu, Luecie] yang memegang alat bass dan terakhir Tsuguki [eks bleiz, Clover] yang tentu saja menggawangi posisi drum. Warna musik mereka bisa dibilang sebagai rock. Namun biar begitu, Dolly memiliki range bermusik yang cukup luas/kaya. Terkadang mereka menciptakan sebuah lagu yang ada unsur jazz-nya, Oshare-kei, dan lain-lain. Oh iya, Dolly bergabung dalam salah satu perusahaan/label terbesar, yaitu UNIVERSAL MUSIC.

Single Toki no ressha ini di dalamnya hanya berisikan dua buah lagu saja. The song title dan sebuah B-side track. Tanpa buang-buang waktu lagi, langsung saja aku mulai reviewnya dengan lagu unggulan, Toki no ressha [04:58]. Yes, they did it! Dolly lagi-lagi menciptakan salah satu karya terbaiknya! I really love this song! Mungkin pada awal lagu pendengar masih belum terasa "ngeh". Namun seiring lagu berjalan, dijamin deh kalian bakal merasakan bagaimana nikmat-nya lagu ini. Yup, enjoyable! Vokal Mitsu makin hari makin terdengar prima saja. Performa vokal mulai dari verse, pre-chorus sampai ke chorus sangat terjaga dengan baiknya. Tapi jika jeli, mulai dari pre-chorus sampai dengan chorusnya terasa mirip dengan lagunya Nightmare yang berjudul Kaikou Catharsis. Untuk instrumental-nya, secara garis besar tidak ada yang bisa dikomentari. Solid! Ke-empat personil lainnya memainkan instrumen dengan baik sebagaimana mestinya. Terlebih lagi diperindah dengan ornamen sound lainnya, seperti keyboard/piano, dll. Salah satu bagian menarik mungkin bisa disimak pada aksi solo-gitar-nya.

Berikutnya, Tentai touhikou [04:37]. Kali ini lagunya lebih ber-distorsi dibandingkan track sebelumnya tadi. Nice intro, btw! Ketukan-ketukan drum-nya sangat terasa sekali nuansa Visual-kei-nya. Aku yakin ini memang disengaja dengan maksud Dolly masih mempertahankan konsep dari warna musik band-nya. Walaupun lebih berdistorsi, lagunya sendiri terasa catchy. Itu bisa disimak pada chorusnya yang cenderung nge-pop. But, it's okay for me! Untuk aransemen musik, sedikit progress. Jadi kadang memainkan tempo yang lambat, namun sesekali langsung bermain cepat. Di pertengahan lagu, bisa disaksikan bagaimana duo gitaris, yakni Masa dan Yuina sedikit beraksi dengan kemampuannya untuk bermain solo-melodi gitar dengan beberapa gaya, mulai dari blues, double-solo-guitar, dll. Ini dia yang menjadi daya tarik dari Dolly: kedua gitarisnya memang mampu memainkan melodi gitar. Good song.

Nice debut, Dolly! Aku suka rilisan ini. Toki no ressha rasanya memang pas sekali dijadikan lagu andalan dalam single ini. Well, secara keseluruhan single ini aku kasih rating 4/5 bintang. Ditunggu banget rilisan berikutnya dari Dolly!

Terima kasih, semoga berkenan....

Tambahan:
Dolly's official site: http://www.dolly-web.com/
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=778
DOWNLOAD: HERE


ReviewReviewReviewBaletta - -zakuro-Mar 17, '09 9:46 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Baletta
Baletta, band baru yang terbentuk di tahun 2008 ini entah kenapa sedikit menyita perhatianku. Itu setelah aku menyimak single terbaru mereka yang dirilis tanggal 14 Februari 2009 kemarin, yaitu -zakuro-. Yup, single ini cukup asyik bagiku. Ketiga buah lagu yang ada di dalamnya memang kental banget dengan genre visual-rock. Yakni memainkan irama yang aggressive. Namun jangan salah, mereka juga mampu mengimbanginya dengan melodi yang sangat matang sekali. Nice! Walaupun Baletta merupakan band baru, aku yakin personil di dalamnya sudah pernah bermain di band-band sebelumnya!

Sekilas profile dari Baletta. Band ini di dalamnya terdiri atas empat orang personil. Mereka adalah Kami Usagi pada posisi vokal, Kiyoshi sebagai pemain gitar, Komaki memegang alat bass dan terakhir Shuu yang tentunya menggawangi posisi drum. Warna musik yang mereka mainkan sebut saja bergenre-kan rock, dengan permainan riff-riff gitar yang aggressive dan sedikit berat. Sang gitaris dari band ini layak diperhatikan sepak terjangnya. Permainan solo gitar di tiap lagu selalu cukup memukau! Oh iya, perlu diingat! Baletta tidak sama dengan ValettA. Biarpun cara membaca-nya sama, baik itu Baletta dan ValettA merupakan dua band yang sangat berbeda. ValettA adalah salah satu band di bawah naungan SPEED DISK.

Okay, langsung saja kita telaah single ini dengan sebuah tembang pembuka, the song title, yaitu -zakuro- [04:49]. Yup, lagu ini sangat terasa sekali sentuhan old-Visual-kei-nya. Kurang lebih seperti band Kiryu gitu deh. Itu bisa disimak pada bagian intro-nya. Dan memasuki verse pertama, tanpa basa-basi langsung diterjang dengan riff-riff gitar yang berat sambil diiringi dengan teriakan-teriakan dari sang vokalis. Alunan musik terasa berat, namun cukup nge-groove. Tempo lagu kadang biasa, tapi bisa juga cepat. Well, -zakuro- memang menjadi lagu yang cukup menarik, walaupun makin lama didengar , lagunya terdengar biasa saja. Momen terbaik, apalagi kalo bukan aksi solo plus efek gitar dari Kiyoshi.

Disusul dengan lagu berikutnya, SLAVE DOLL [05:28]. Masih sama seperti lagu sebelumnya, memainkan musik yang rada aggressive dengan kocokan-kocokan gitar yang mendominasi lagu. Tidak ketinggalan Komaki, yang aksi driving bass-nya mampu mengimbangi dominasi gitar Kiyoshi pada lagu ini. Dan lagi, Kiyoshi memamerkan kebolehannya di dalam memainkan solo melodi-gitar. Btw, cara menutup lagunya oke juga tuh. Simak saja mulai dari durasi 04:15.

The last song is kutsuu to chandelier [04:10]. Lagunya cukup catchy. Kali ini terasa lebih catchy dan easy tanpa memainkan aransemen yang rumit. Tapi tetap, bermain dengan tempo yang cukup tinggi [speeding snare, fasting riff-guitars]. I love the intro! Tarikan vocal awal dari Usagi terasa tenggelam. Verse awalnya juga cenderung jelek. Untung saja pada bagian selanjutnya fine-fine saja. Dan untuk ke-sekian kalinya, Kiyoshi killed the guitar-melodies!

Yup, single -zakuro- ini rasanya cukup oke kok untuk disimak. Apalagi jika kalian masih menyukai alunan musik yang masih terkontaminasi dengan musik original-nya Visual-kei. Baletta masih perlu menelurkan beberapa rilisan terbarunya lagi supaya ke-depannya mampu menciptakan lagu-lagu terbaiknya sesuai dengan karakternya band itu sendiri. Apalagi band ini memiliki seorang gitaris yang cukup berbakat dan potensial menjadi gitaris ternama. Mungkin....

Alhasil, single ini aku kasih 3,5/5 bintang. Semoga berkenan....

Tambahan:
Baletta's official site: http://sound.jp/baletta/
DOWNLOAD: HERE


ReviewReviewReviewJEWEL - koukotsu tricolorMar 17, '09 9:43 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:JEWEL
Setelah melempar debut singlenya yang berjudul Ugly/Endless Grudge di bulan Novembr 2008 lalu, JEWEL kembali lagi hadir dengan rilisan terbarunya, yaitu sebuah single yang dikasih tajuk koukotsu tricolor [dirilis tanggal 25 Februari 2009 kemarin]. JEWEL merupakan satu dari sekian banyak band indie Visual-kei yang terbentuk di tahun 2008 kemarin. Tepatnya tanggal 1 Juli. Walaupun baru, JEWEL cukup menarik perhatian orang, khususnya penggila indie Visual-kei. Sebab personil yang ada di dalamnya merupakan mantan dari band-band indie Visual-kei yang sudah punya nama. Ada eks Sephiro, eks Warui Yatsu!, eks julius, eks Juliadoll dan eks FeaDior. Kalo tidak salah, pada tanggal 28 September 2008 kemarin JEWEL sempat menjadi band pembuka dalam acara PS COMPANY PRESENTS. Ini lah yang membuat nama mereka sedikit dikenal orang.

Seperti yang sudah aku sebutkan di atas tadi, JEWEL terdiri atas lima orang personil. Mereka adalah JIN [eks Sephiro] pada posisi vokal, Rei [eks Warui Yatsu!] bermain sebagai gitaris, Atsuhi [eks julius] pada posisi gitar, RUI [eks Juliadoll] memegang alat bass dan terakhir Kohaku [eks FeaDior] yang tentunya menggawangi posisi drum. Atsuhi sang gitaris, ternyata "melarikan diri" ke dalam band baru ini setelah pada tanggal 26 Juni 2008 lalu julius membubarkan diri. Demikian pula JIN dan RUI. Sepertinya band ini memiliki prospek yang cerah. Kelima personilnya sudah menjanjikan hal tersebut. Ditunggu saja deh kiprah mereka! Warna musik yang dimainkan JEWEL bisa dikatakan sebagai rock. Bukan saja rock yang mengandalkan kedinamisan sebuah melodi, tapi juga bisa memainkan rock yang cukup cadas. Sudah terbukti pada double A-side single Ugly/Endless Grudge kemarin itu.

Dan tanpa panjang lebar lagi, langsung saja deh aku mulai reviewnya dengan track pembuka, yaitu fujun batafurai [03:48]. Wow, sebuah kejutan yang menarik! Lagu ini sendiri sangat kental dengan unsur musik jazz-nya. Baik itu mulai dari awal lagu hingga akhir lagu. Boleh juga. Mengingatkan aku akan band-band Visual-kei lainnya yang menawarkan musik jazz [kadang disebut dengan band Visual-jazz], seperti SID, Kalvary, GLACIER, dll. Yah seperti umumnya musik jazz, lagu ini menawarkan permainan instrumental yang sedikit rumit namun tetap menyatu dalam satu feeling. Aksi driving bass-line-nya RUI sangat mendominasi di sini. Juga terdengar ngotot dengan betotannya yang dipadu dengan bagian-bagian melodi-ritem-gitar dari Rei dan Atsuhi. Dengan memainkan lagu seperti ini, sepertinya JEWEL ingin membuktikan kepada kita bahwa range bermusik-nya cukup luas, tidak hanya pada genre rock saja. Boleh lah....

Dilanjutkan dengan lagu berikutnya, yaitu BLACK OUT [03:54]. Nah ini dia sisi sejati dari JEWEL. Lagu dengan nuansa yang nge-rock, tipikal aliran Visual-rock! Permainan kocokan-kocokan gitar yang cepat dan sedikit aggresive. Tempo lagu juga rada cepat dan bersemangat. Sang vokalis, JIN, dari awal saja sudah beraksi dengan harsh-vokal-nya. Verse-nya tidak jelek-jelek amat. Dan juga aku suka tuh pada bagian pre-chorus serta chorusnya. Menampilkan clean-vocal-nya JIN yang mencoba mencapai nada tinggi. Dan bagian terbaik dari lagu ini mungkin bisa disimak pada beberapa saat sebelum lagu ini berakhir [menit ke 03:13].

The other B-side track, haru no otozure, chiru sekka [05:39] menjadi lagu terakhir yang bisa disimak dalam single ini. Pretty semi-ballad song! Love it! Kayaknya lagu ini menjadi lagu favoriteku dari tiga buah lagu yang ada. Awal lagu langsung melantukan melodic-chorus yang sangat mengena di hati. Verse-nya juga oke. Lihat saja bagaimana JIN berusaha menjiwai lirik-lirik yang keluar dari mulutnya. Dan usaha tersebut sedikit berhasil menurutku. Dan solo gitar yang dimainkan di pertengahan dan menjelang akhir lagu makin menambah rasa manis pada lagu yang sudah cantik ini. Well done, JEWEL!

Yeah, sebuah single yang cukup menarik! Dengan tiga lagu di dalamnya, JEWEL menawarkan tiga buah jenis musik yang berbeda. Mulai dari jazz, rock dan ballad. Mungkin ini maksud dari judul singlenya itu kali ya. Secara keseluruhan, single ini aku kasih 3,5/5 bintang. Ditunggu lagi deh karya mereka berikutnya!

Semoga berkenan....

Tambahan:
JEWEL's official site: http://www.jewel-web.net/
DOWNLOAD: HERE!


ReviewReviewReviewReview-OZ- - VENOMMar 11, '09 9:40 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:-OZ-
Yup, akhirnya -OZ- turut membuka tahun 2009 dengan merilis sebuah single berjudul VENOM. Dan, wow, this single is great! Rugi banget deh jika kalian tidak menyimak single yang satu ini. Melalui single ini juga -OZ- ingin membuktikan bahwa mereka bukan lah sebuah band yang hanya dipandang sebelah mata. Melainkan sebuah band solid yang juga mampu untuk menelurkan beberapa karya terbaiknya. Single VENOM diedar ke pasaran mulai tanggal 04 Maret 2009 kemarin. Dan single VENOM ini dirilis dalam 2 buah varian. TYPE A dan TYPE B. Untuk TYPE A terdapat bonus booklet book sebanyak 16 halaman. Sedangkan TYPE B bisa ditemukan sebuah CD bonus berisikan 1 buah lagu live.

-OZ- sepanjang tahun 2008 kemarin bisa dibilang cukup aktif di dalam merilis karya-karya terbarunya. Di bulan Maret 2008 mereka merilis single ATHENA. Yang langsung disambung dengan single S.I.N satu bulan sesudahnya. Kemudian dalam jangka waktu dua bulan berturut-turut, Juli 2008 dan September 2008, -OZ- merilis [lagi-lagi] sebuah single barunya, yaitu Bulk dan Spiral. Sebagai penutup tahun 2008 tepatnya di tanggal 28 Desember lalu, -OZ- juga menjual live-limited-single, judulnya yaitu RAZE.

Sekilas profile dari -OZ-. Band yang memulai debutnya sejak tahun 2005 ini di dalamnya berisikan lima orang personil. Kelima orang tersebut adalah Natsuki [eks Scare Crow] pada posisi vokal, Tama [eks Gypsy] sebagai pemain gitarnya, Aki [eks Scare Crow] juga pada posisi gitar, Nao [eks Gypsy] yang memegang alat bass dan terakhir Zukki [eks Usagi] yang tentunya sebagai drummer. Warna musik yang mereka mainkan bisa dikatakan visual-rock. Namun terkadang, -OZ- bisa merubah-rubah jenis musiknya sesuai dengan kemauan mereka sendiri. Sebagai contoh pada mini album SIX, dimana warna musiknya lumayan hard-rock dan cenderung hardcore [dengan vokal Natsuki yang deep-growl/screaming, trashed-riff, dll]. Namun terlihat berbeda pada single-single sebelumnya, semisal Adam's apple, Eve's apple bahkan Scene in the misereal. Tapi, itu bukan masalah yang berarti. Sepanjang lagunya enak, apa yang perlu kita komentarin? -OZ- juga merupakan band indie Visual-kei yang berasal dari kota Nagoya. Jadi bisa dikatakan -OZ- salah satu band Nagoya-kei. Sampai saat ini -OZ- berada dalam naungan perusahaan LOOP ASH RECORDS.

Cukup dengan informasi di atas, langsung saja kita simak single ini dengan sebuah track pembuka, the song title, yaitu VENOM [03:54]. Mendengarkan lagu ini, sangat terlihat jelas warna musik -OZ- kembali ke jaman mini album SIX. Tapi tenang saja. Walaupun rada cadas, -OZ- meramunya dengan sedikit memasukkan melodi. Yeah, tak diragukan lagi, I really love this song! Salah satu lagu terbaiknya -OZ-. Mendengarkan awal lagunya cukup membuat aku sedikit terkejut. Di mana langsung diperdengarkan alunan-alunan riff yang nge-trash sambil diiringi dengan growl vokal Natsuki yang awesome abis itu! Good verse! Memiliki tingkat intensitas tersendiri. Pada bagian chorusnya barulah Natsuki mengeluarkan melodic-chorusnya dengan suaranya yang rada tinggi itu. Interlude yang dimainkan di tengah lagupun memancing emosi pendengar untuk melakukan aksi lebih jauh, head-banging misalnya? Great driving-line bass by Nao. Kredit juga buat sang drummer, Zukki, yang tabuhan serta double pedal-nya tidak pernah mati itu.

Next song, Perfect Ruler [03:24]. Intro-nya sangat kental dengan aliran American heavy metal [SLIPKNOT, salah satu contohnya!]. Haha. Nice one! Rugi banget jika alunan intro tersebut tidak diisi dengan aksi "goyang kepala naik turun". Pas banget atmosfir-nya untuk sebagai pembuka lagu. Perfect Ruler musiknya sedikit melambat namun dengan penekanan pada permainan instrumental gitar yang super berat dan rada agrressive. Zukki-pun selain tetap pada aksi double-pedalnya, juga aktif dengan tabuhan tom-tom-nya. Verse-nya, ya ampun, didominasi dengan tarikan harsh-growl miliknya Natsuki yang dahsyat itu! Aransemen lagu memang tidak tersusun sebagaimana lagu-lagu -OZ- biasanya. Bahkan di pertengahan terdapat jeda yang sangat progressive. Maksudnya kadang memainkan alur yang lambat, namun sesekali cepat. Itu bisa disimak mulai durasi 01:58 sampai penghabisan!

Disambung dengan another B-side track, NEVER [F] [04:54]. Akhirnya -OZ- menciptakan sebuah lagu yang rada ballad lagi nih. Seingatku terakhir kali -OZ- membawakan lagu ballad yaitu sewaktu merilis single Spiral. Di mana salah satu lagunya, yakni MirroR, memang cukup manis untuk disimak. Dibuka dengan petikan eletric guitar, nuansa ballad langsung bisa disimak dengan alunan intro-nya yang sangat catchy itu. Natsuki-pun sepanjang lagu beraksi dengan normal-voice dan clean vocal-nya itu. Vibrasi pita suaranya memang cukup khas. Membuat pendengar semakin tersentuh dengan penjiwaan yang dihayati oleh Natsuki. The verse is good. And the chorus, yeah, great! What a power! Tama dan Aki bermain bagus dengan memasukkan ritem melodi-nya ke dalam beberapa bagian lagu. Menambah manis lagu ini. Dan klimaksnya terjadi pada aksi solo gitar melodi-nya. Sebuah titik puncak yang sangat terasa pas sekali!

Dan akhirnya sampai juga pada sebuah lagu bonus dalam single kali ini, judulnya yaitu Butterfly -Live ver.- [04:25]. Lagu ini sebelumnya memang sudah bisa dijumpai pada single Bulk yang rilis tanggal 30 Juli 2008 lalu. Tidak ada komentar lebih lanjut tentang track ini, kecuali aku benar-benar takjub dengan vokal Natsuki. Mau versi studio atau tampil saat live, vokal Natsuki sangat konsisten sekali. Tidak ada beda-nya! Gila...!!!

This is very nice release by -OZ-! Ketiga buah lagu yang ada di dalamnya aku sungguh sangat menyukainya. Kalau sudah begini, tidak sabar lagi rasanya untuk menunggu rilisan berikutnya dari -OZ-, yaitu single DETOX yang akan dirilis tanggal 01 April 2009 mendatang. Btw, jika dilihat-lihat secara keseluruhan, -OZ- sudah banyak sekali mengeluarkan single terbarunya. Itu artinya, satu kata, kapan albunya dirilis? Menurutku -OZ- memang sudah sangat layak untuk menerbitkan sebuah full-length-album.

Akhir kata, 4/5 bintang. Semoga berkenan....

Tambahan:
-OZ-' official site: http://www.territory-oz.com/
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=722
DOWNLOAD: HERE!


ReviewReviewReviewReviewReviewMUCC - KyuutaiMar 6, '09 8:36 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:MUCC
Sebenarnya sehabis mereview album under-world-nya Merry kemarin itu, aku berniat untuk menulis review album Genetic World miliknya D dan Gokusaishiki miliknya Shinkou Shuukyou Gakudan NoGoD. Namun berhubung album terbaru dari MUCC yang dirilis tanggal 04 Maret 2009 kemarin, yakni Kyuutai, luar biasa dahsyat-nya [bahkan juga membuat aku terkagum-kagum], maka ini lah yang terjadi. Aku lebih prefer menulis review album Kyuutai ini terlebih dahulu. Jadi mohon maaf ya jika review Genetic World ama Gokusaishiki-nya belum sempat aku hadirkan. Seandainya aku mempunyai waktu lebih.

Well, seperti yang aku katakan tadi album Kyuutai benar-benar sangat WORTH untuk disimak. Serius! Benaran! Suer deh! Setelah mendengarkan berulang-ulang kali, isi dari album terbaru miliknya MUCC kali ini lebih mengandalkan musik yang sedikit berat dan lebih padat dibandingkan album Shion, yang rilis tahun 2008 kemarin. Aku yakin siapa saja pasti menyukainya. Jadi, bagi kalian-kalian yang memiliki rejeki lebih apa salahnya untuk membeli CD album ini. Bagaimana dengan kita yang memiliki uang pas-pas-an? Berhubung Shion bisa diedarkan di Indonesia melalui perusahaan UNIVERSAL MUSIC INDONESIA, jadi besar kemungkinan album Kyuutai juga akan mudah didapatkan di toko-toko musik yang ada. Semoga!

Total lagu yang ada dalam album ini berjumlah 13 buah lagu. Dua di antaranya sudah pernah dirilis dalam bentuk single-nya. Yaitu Ageha dan Sora to ito. Kyuutai sendiri dirilis dalam tiga varian. TYPE A [limited edition], TYPE B [limited edition] dan REGULER EDITION. TYPE A terdapat sebuah DVD yang berisikan live footage saat MUCC mengadakan live-nya di Irving Plaza, New York, tanggal 07 Desember 2008 lalu. TYPE B juga berisikan sebuah DVD, yang kali ini isinya document footage dari live-nya MUCC tadi itu. Sedangkan REGULER EDITION hanya berupa CD Audio saja. Semua lagu yang ada di dalam album Kyuutai ini diciptakan oleh Yukke. See, betapa jeniusnya orang yang satu ini! Dan sebagai arranger-nya, siapa lagi kalo bukan Ken, sang gitaris dari band L'Arc~en~Ciel.

Sekilas profile dari MUCC. Sampai saat ini MUCC masih terdiri dari empat orang personil. Mereka adalah Tatsurou yang vokalnya sangat khas dan berkarakter, Miya pada posisi gitar, Yukke memegang alat bass dan terakhir adalah Satochi yang menggawangi posisi drummer. Sebelum terkenal seperti sekarang ini, MUCC sempat dicap sebagai band Visual-kei, tepatnya Angura-kei/Eroguro. Setelah menjadi band mayor, sedikit demi sedikit MUCC berusaha untuk menghilangkan kesan Visual-kei. Begitu juga dengan lagu-lagunya yang makin lama makin berkembang dan matang. Secara keseluruhan MUCC dapat memainkan lagu dengan jenis musik seperti apapun. Seperti rock, power-ballad, pop-rock, bahkan sampai yang nge-beat ala disco-dance floor! Singkat kata, cakupan musik mereka lumayan luas.

Okay, the time is now. Segera saja kita simak album ini dengan track pembuka album, yaitu Kyuutai [01:48]. Seperti kebiasaan MUCC, ini merupakan sebuah intro instrumental di mana di dalamnya bisa kita simak permainan instrumental dengan alat-alat musik tradisional yang dimainkan dengan begitu indahnya. Yah, kurang lebih hampir sama dengan Suion [track pembuka album Shion]. Walaupun kurang terasa kreatif, setidaknya track ini sangat pas untuk memancing adrenalin pendengar untuk menyimak lagu selanjutnya yang super keren abis itu....

Yup, lagu yang dimaksud judulnya adalah Houkou [03:40]. WHAT A GREAT SONG! Lagi sebuah lagu miliknya MUCC yang mengandalkan irama berat dengan tingkat aggresivitas riff-riff gitar dahsyat yang dimainkan oleh Miya. Wajar saja jika verse-nya terasa cathy banget untuk disimak. Bahkan sudah bisa membuat kepalaku sedikit bergoyang saking menikmati alunan yang ada. Interlude sebagai jembatan antara verse-nya juga cukup menantang pendengar untuk terus mengikuti lagu ini sampai penghabisan. Itu masih belum lagi ditambah dengan interlude di pertengahan lagu yang menampilkan permainan thrashed-riif-guitar Miya plus growl Tatsurou seakan-akan mengajak kita untuk ber-headbanging/moshing-ria! And, nice solo guitar there! Yup, sebuah lagu yang pantas dijadikan andalan dalam album ini, walaupun chorusnya terasa nge-pop.

Ageha [03:58], menjadi lagu berikutnya. Bisa diibaratkan ini menjadi bagian sekuel dari lagu Houkoku tadi. Sama dahsyatnya sih! Lagu ini memang terasa banget mendapatkan sedikit sentuhan dari Ken. Biar begitu, ciri khas dari MUCC itu sendiri masih bisa dirasakan dengan kentalnya. Yaitu sebuah permainan irama musik yang full power, namun memiliki ritme melodi yang sangat apik sekali untuk dinikmati. Jangan terjebak dengan intro lagu Ageha ini yang diisi dengan permainan akustik dan melodi gitar dari seorang Miya. Sebab, aslinya, lagu ini benar-benar super berat, very aggressive serta bisa dikatakan cadas! Miya benar-benar memanjakan para pendengarnya dengan memainkan riff-trashed-guitar yang terasa meledak-ledak itu! Nice! Tatsurou seperti biasanya, mampu menaklukkan verse-verse lagu yang ada dengan vokalnya yang unik dan berkarakter itu. Cuman falseto-nya itu saja yang harus dicermati secara hati-hati.

Selesai Ageha, disusul kemudian dengan lagu Hide and Seek [03:29]. Sekali lagi, sebuah lagu yang sangat indah. Malah bisa aku bilang layak dimasukkan ke dalam daftar salah satu lagu terbaiknya MUCC sepanjang masa. The intro is great, dengan guitar-works yang sedikit berat namun bermelodi. Tidak ketinggalan driving bass-nya Yukke yang terasa ngotot sekali di sini. Tatsurou membawakan verse-verse yang ada dengan pendalaman emosi-nya yang aduhai. Seperti seorang yang sedang ditimpa putus asa. Dan penjiwaan tersebut terasa lebih klimaks bisa dirasakan pada bagian chorusnya. Untuk instrumental serta aransemen lagu ini, well, aku tidak dapat berkata-kata lagi. AWESOME! MUCC benar-benar berhasil memanjakan pendengarnya dengan langsung memainkan tiga buah lagu secara berturut-turut yang SUPER OUTSTANDING!

Dan akhirnya, giliran sebuah lagu yang terasa lebih nge-slow dan membiarkan pendengarnya untuk ber-coling-down sejenak. Judulnya yaitu Youen [05:00]. Lagunya memang terasa lembut dan sejuk. Alunan musiknya terasa mengalir dan menghembus dengan cantiknya. Sekali lagi, aku suka dengan atraksi vokal Tatsurou mulai dari verse sampai dengan melancholic-chorus-nya. Sekedar pembuktian kepada kita jika Tatsurou masih tetap oke di dalam membawakan lagu-lagu yang mengandalkan clean-vocal. Driving bass-line-nya Yukke juga terasa menghentak sekali di sini. Semakin memperdalam perasaan tertuang di dalam lirik-liriknya. Dan klimaks lagupun bisa disaksikan pada bagian solo gitar-nya Miya. Beautiful song....

Lemming [04:39], is the next track. Tipikal lagu-lagunya MUCC jaman album Kuchiki no tou. Yaitu musik yang bertempokan cepat dan terasa sedikit easy-listening. Namun jangan khawatir, sebab Lemming tetap berada di atas rata-rata lagu MUCC umumnya. Sekali lagi Miya memainkan riff-riff rock-nya yang memancing semangat pendengar. Walaupun lagu terdengar sederhana, sebenarnya di sini tampak sekali bagaimana solidnya antara Miya, Yukke dan Satochi di dalam memainkan peranannya masing-masing di dalam memainkan instrumen yang ada. Tidak percaya? Simak saja mulai durasi 02:24 s/d 02:49.

Merasa kangen dengan alunan musik ala lagu FUZZ miliknya MUCC yang bisa disimak dalam album Shion kemarin itu? Nah, kali ini MUCC menghadirkannya kembali melalui sebuah lagu berikutnya, yang dikasih judul Oz [03:36]. Wow, very exciting song! Mendengarkan sample-nya kemarin hari saja aku sudah menyukainya. Terlebih saat menyimak versi full-nya, great one! Mendengarkan lagu ini seakan-akan kita berada di lantai disco sambil menikmati alunan beat-beat disco yang dicampur aduk dengan permainan synthesizer serta computer/techno-sound. Bukan itu saja kejutannya. Permainan berat gitar Miya juga turut membantu lagu ini terasa asyik hingga membuat pendengar semakin tertantang terus untuk melanjutkan "disco"-nya. Yeah, I really love this song!

Mendengarkan verse lagu berikutnya, Fuyuu [04:05], awalnya memang terasa monoton. Atau mungkin membosankan? Tapi setelah menyimak lagu ini dari detik awal hingga detik akhir, dan didengarkan dengan seksama, again, sebuah lagu yang sungguh mengalir dengan apik-nya. Layaknya lagu Oz di atas tadi, lagu ini juga menekankan pada beat-beat yang mencolok dengan permainan bass dari Yukke yang ultra-super! Miya seakan tidak mau kalah turut mempermanis instrumen-nya dengan melodi-melodi-nya yang easy-going. Dan memasuki chorus, barulah lagu ini memancarkan kharisma-nya melalui tarikan vokal Tatsurou. By the way, nice outro there....!

Disusul kemudian dengan sebuah lagu yang memiliki durasi terpanjang di dalam album ini, yaitu Sanbika [07:32]. YEAH, NO NEED TO ARGUE! Hanya dengan sekali dengar saja aku berani jamin kalian langsung JATUH CINTA dengan lagu ini. Nuansa lagu sangat anggun dan peaceful. Seakan-akan lagu ini bisa memberikan ketenteraman jiwa dan spiritual. Itu sudah bisa disimak pada bagian intronya. Petikan-petikan gitar yang dimainkan Miya serasa mengingatkan kita dengan lagu HOTEL CALIFORNIA-nya EAGLES. Did you notice it? Well, tidak apa, itu hanya sebuah kebetulan yang cukup menarik saja. Verse dibawakan Tatsurou dengan sebuah penjiwaan yang sangat dalam sekali. Saking menjiwainya, Tatsurou terasa sedang berbisik, bukannya menyanyi. Terus terang saja, sebenarnya aku kurang suka dengan teknik falseto-nya Tatsurou. Namun apa yang ditampilkan Tatsurou pada bagian chorusnya sungguh membuat aku terkesan. So sweet! Performa Yukke dengan bass-nya di lagu ini, sangat aku apresiasi sekali. Bahkan kalau perlu aku sembah deh! Terlebih aksinya di interlude pertengahan lagu. Itu ada pada durasi ke 03:41 sampai seterusnya. Mau tahu bagian terbaik dari lagu ini, yang bahkan mampu membuat bulu kuduk-ku berdiri merinding? Yaitu saat Tatsurou mulai menyanyikan sebuah lagu religius miliknya orang beragama Katolik, AVE MARIA [simak mulai durasi 04:33]. Damn you, Tatsurou!!! You make me cry....

Track berikutnya, Sora to ito [04:12]. Well, jika kalian menyukai lagu Ageha, rasanya kalian juga pasti menyukai lagu ini. Awal lagu memang terdengar kurang berkesan. Namun memasuki verse awal, riff-riff gitar yang berat langsung mengubah pandangan yang kurang berkesan tadi. Dengan ketukan-ketukan serta tempo drum yang relatif cepat atau high-intense, menjadikan pendengar sedikit bersemangat untuk menyimak lagu ini. Apalagi saat pre-chorusnya yang super berat itu, sungguh memancing vokal Tatsurou untuk bisa beraksi dengan optimal di bagian chorus. Tatsurou di lagu ini agak unik. Menggunakan layer auto-tuning/synthesizer hingga bisa menciptakan karakter suara yang asik. Itu bisa disimak pada bagian verse. It rocks!

Akhirnya tiba juga di penghujung album dengan sebuah track penutup yang dikasih judul hanabi [06:11]. Haha... sebuah lagu yang cukup unik! Awal lagu diisi dengan, well, sebuah acapella dari Tatsurou! Selanjutnya bisa disaksikan bebunyian ornamen pendukung seperti piano dan orchestra yang memberikan nuansa sedikit ballad pada lagu ini. Sebelumnya aku sudah yakin sekali jika lagu ini bakalan ballad sampai akhir lagu. Ternyata itu salah. Sesampainya di pertengahan lagu, MUCC kembali memasukkan irama-irama melodic-rock-nya. Simak juga bagaimana Tatsurou mengerahkan semua kemampuan olah vokalnya. Mulai dari acapella tadi, suara rendah, range nada tinggi sampai dengan teknih falseto-nya yang tinggi itu. You did well, Tatsurou! Yah, sebuah lagu penutup yang sangat manis sekali! EPIC ENDING!

HELL YEAH! WHAT A FUCKIN' GREAT ALBUM! Semua lagunya, bahkan track pertama sekali-pun, SUNGGUH AKU SUKAI! Tidak ada lagi yang bisa aku ceritakan kepada kalian. Pokoknya, silakan menyimak album ini sekarang juga! HIGHLY RECOMMENDED! Terserah mau bagaimana caranya untuk mendapatkan album ini. Mau beli kek, download kek atau tunggu versi rilisan Indonesia-nya kek, it's all up to you!

Overall, album Kyuutai ini aku kasih rating 5/5 bintang. Absolutely, MY BEST ALBUM OF THE YEAR SO FAR! Thank you MUCC for your huge work on this record!!! I appreciate it!!! Tinggal menunggu album terbarunya D'espairsRay aja nih. Apakah Redeemer sanggup untuk melawan keperkasaan album Kyuutai ini. Waktu lah yang akan menjawabnya.

Terima kasih atas perhatikan kalian semua. Semoga berkenan. See ya....

Tambahan:
MUCC's official site: http://www.55-69.com/
MUCC's official Myspace: http://www.myspace.com/muccofficial
MUCC's Universal Music: http://www.universal-music.co.jp/69/index.html
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=40
DOWNLOAD: PART I & PART II [credit & thanks to VKMD]


ReviewReviewReviewReviewSIVA - KaliMar 6, '09 8:31 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:SIVA
Setelah melempar single Durga di bulan Januari 2009 lalu, tanggal 18 Pebruari 2009 kemarin SIVA kembali merilis single terbarunya yang kali ini dikasih judul Kali. Ini merupakan single kedua SIVA dari tiga buah single yang dirilis selama tiga bulan berturut-turut. Single ketiganya nanti bakal dirilis tanggal 11 Maret 2009 mendatang. Dan diberi title Parvathi. Proyek melemparkan tiga buah single ini diberi nama "CONCEPT SINGLE". Masing-masing single di dalamnya terdapat 1 buah kupon. Jadi apabila membeli ketiga buah single tersebut, otomatis akan mendapatkan 3 buah kupon, dimana nantinya dengan menukar ke 3 buah kupon tersebut berhak mendapatkan satu buah DVD yang berisikan komentar dari para member SIVA dan juga rekaman live mereka. Tertarik untuk memilikinya?

Mungkin ada yang bingung atau merasa heran, apa maksud SIVA merilis ketiga buah single yang ada dengan judul-judul berbau agama Hindu? Setelah membuka buku-buku pelajaran waktu aku masih SMP dulu, ternyata judul-judul single tersebut memiliki hubungan yang cukup erat loh. Lantas apa dong hubungannya? Begini. Di dalam agama Hindu, terdapat tiga dewa utama yang dikenal sebagai Trimurti. Yaitu Brahm [Brahma], Vishnu [Wisnu] dan Siva [Syiwa]. Brahm merupakan dewa pencipta alam semesta. Vishnu adalah dewa pemelihara/pelindung dan terakhir Siva yang menjadi dewa perusak/pelebur. Siva memiliki beberapa orang istri diantaranya: Durga, Kali dan Parvathi. Durga adalah dewi kemenangan dan Kali merupakan dewi kematian. Terus Parvathi? Ada yang bisa menjawabnya? Hehehe....

SIVA di tahun 2008 kemarin bisa dibilang cukup banyak merilis karyanya. Baik itu yang baru maupun kompilasi. Mari kita hitung bersama. Di bulan Pebruari 2008 mereka merilis single wrong of justice. Diteruskan dengan album kompilasi yang berjudul COPY. Setelah itu di bulan Agustus 2008 merilis dua buah single sekaligus, Liberalism dan demolish. Mini album DEATH EDUCATION mereka luncurkan di bulan Oktober 2008. Dan akhirnya perjalanan 2008 ditutup dengan [lagi-lagi] merilis album the best yang dikasih tajuk Time in Wish. My gosh...!.


Kairi (vocals) - Cell (bass) - Yuuichi (guitar) - Kiri (drums)

Sekilas profile band ini. SIVA sampai saat ini masih terdiri atas empat orang personil. Mereka adalah Kairi [eks Vishnu] pada posisi vokal, Yuuichi [eks Fatima+Queen, eks ElDorado, eks EllDorado] pada posisi gitar, Cell [eks Alcadia] memegang alat bass dan terakhir Kiri [eks Mareydi+Creia, eks Alcadia, eks Rhyme] yang tentunya sebagai drummer. Warna musik yang mereka mainkan bisa dikategorikan rock dengan sentuhan yang sedikit dinamis dan tidak jarang memanjakan pendengarnya dengan riff-riff gitar yang berat. SIVA bisa dikatakan salah satu band senior [selain Dali, Nega, dll] yang tergabung dalam label indie Visual-kei miliknya KISAKI, yakni UNDER CODE PRODUCTION.

Sama seperti Durga, single Kali ini di dalamnya cuma berisikan satu buah lagu baru saja [plus instrumental]. Judulnya, tentu saja sama dengan judul singlenya, yaitu Kali [03:51]. Dan setelah menyimak lagu ini berulang-ulang kali, wow, I really love and enjoy this song! Lagunya cukup unik dan lain dari biasanya. Coba simak bagian intro-nya yang luar biasa kerennya itu. Dengan memainkan riff-riff gitar berat yang headbanging-able, intensitas penuh dan mengarah kepada industrial-sound, sudah tentu memberikan nilai tersendiri bagi kesuksesan lagu ini. Kairi menampilkan performa vokal yang sedikit berat pada verse-nya sambil diiringi dengan kocokan-kocokan gitar ala lagu SMELLS LIKE TEEN SPIRIT-nya NIRVANA. Pada bagian chorus, barulah melodic-chorus khas Kairi bisa kembali disimak. Untuk aransemen musik, perhatianku tertuju pada aksi driving bass-line miliknya Cell itu. Cool, man! Oh iya sekedar informasi, lagu Kali ini diciptakan oleh Cell. Mantap! Tidak pelak lagi, Kali lebih memikat ketimbang Durga kemarin itu. Tapi bukan berarti Durga jelek loh.

Track berikutnya adalah Kali (Instrumental) [03:47]. Merupakan sebuah track instrumental dari lagu di sebelumnya tadi. Walau instrumental, jangan anggap remeh track ini. Sebab mendengarkan versi musiknya juga sama kerennya layaknya mendengarkan versi lagunya. Apalagi jika kalian ingin menyimak lebih jelas permainan instrumen dari member SIVA dan juga mendengarkan betapa dahsyat-nya industrial-theme-sound yang mereka tambahkan, you should listen this one too!

Yeah, nice single! Sampai sejauh ini, baik itu Durga dan Kali sudah cukup menarik. SIVA menawarkan sesuatu yang beda dari masing-masing single. Menarik untuk ditunggu kejutan apalagi yang akan diberikan oleh SIVA kepada kita melalui single Parvathi-nya nanti.

Alhasil, 4/5 bintang. Semoga berkenan....

Tambahan:
SIVA's official site: http://whss.biz/~siva_official
SIVA's official site: http://www.under-code.jp/siva/index.html
SIVA's official blog: http://holiday4.keyblog.jp/
SIVA's official blog: http://yaplog.jp/siva-48
UNDER CODE PRODUCTION: http://www.under-code.jp/
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=731
DOWNLOAD: THERE


ReviewReviewReviewReviewMerry - under-worldMar 4, '09 8:42 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Merry
QUICK REVIEW! Merry mengawali tahun 2009 ini dengan merilis album terbarunya yang dikasih judul under-world. Album ini dirilis tanggal 25 Pebruari 2009 kemarin. Sesuai dengan judulnya, under-world, di album ini tampak sekali jika Merry ingin mendalami "dunia"-nya sendiri dengan menampilkan beberapa tembang-tembang eksperimental yang beda seperti biasanya. Setelah mendengarkan album ini berulang-ulang kali ~lima kali, tepatnya~, well, album ini cukup layak untuk disimak. Di dalamnya bisa dijumpai beberapa buah lagu yang top abis!

Siapa itu Merry? Merry yang aktif mulai tahun 2001 ini di dalamnya terdiri atas lima orang personil. Mereka adalah Gara [eks AFTER EFFECT] pada vokal, Yu [eks SHIVER] pada posisi gitar, Kenichi [eks SYNDROME] juga pada posisi gitar, Tetsu memegang alat bass dan terakhir adalah Nero [eks AFTER EFFECT] yang menggawangi posisi drum. Warna musik yang dimainkan Merry bisa dikatakan sebagai rock maintsream yang kental dengan aliran Angura-kei atau Eroguro-style. Jika kalian ingin menjadi seorang fans Merry, maka kalian kudu wajib mendengarkan album mereka yang berjudul Gendai Stoic. Menurutku ini adalah album terbaik yang pernah dibuat oleh Merry sampai detik ini juga.

Tidak perlu ber-panjang-lebar lagi, langsung saja aku mulai mereview album ini dengan menyimak sebuah tembang pembuka berjudul GI.GO [01:41]. Ini merupakan track intro pembuka album. Biarpun intro, aku sangat menyukai track ini. Track-nya sendiri diisi dengan dominasi permainan ketukan-ketukan drum sejenis barrel dengan sedikit tambahan permainan nada-nada yang catchy. Rasanya track ini oke banget buat dijadikan ringtone handphone ketika ada panggilan masuk. Hehe. Yup, tidak bisa disangkal lagi, great song for opening the album! Diteruskan kemudian dengan track berikutnya, yaitu Friction xxxx [02:58]. Sebuah lagu yang sangat high-intense dengan tempo yang super up-beat! The verse is good dengan iringan permainan riff gitar yang cepat pula. Chorus-nya yang diisi ala yel-yel suporter sepak bola AREMANIA cukup menarik untuk diikutin.

The song title, under-world [03:13], menjadi lagu selanjutnya. Walaupun aku agak terganggu dengan vokal Gara yang terasa seperti "semprotan" seorang boss kepada anak buahnya, lagu ini terus terang memiliki alunan ritme musik yang asyik. Terlebih saat alunan musik pada bagian interlude-nya. Nice! Belum lagi ditambah dengan secuil melodi yang dihasilkan melalui alat musik gitar. Menambah manis lagu ini. Disusul kemudian dengan lagu berikutnya, Akai kutsu [03:36]. Tidak ada yang bisa aku katakan tentang lagu ini kecuali lagu Akai kustu ini memang tipikal lagu-lagunya Merry sejak dahulu kala. But hey, nice melodies part there! Gesshoku [04:43] is the next song. Berbeda dengan ke-empat track sebelumnya, baru di lagu inilah Merry menawarkan permainan musik yang sediki berat. Bisa disimak aksi driving-line bass dari Tetsu yang cool abis! Aku suka dengan bagian verse-nya. Atmosfir lagu seperti ini memang menjadi favoriteku. Yang selanjutnya akan diteruskan dengan bagian chorus-nya yang catchy dan dinamis banget! Musiknya memang mengingatkanku akan lagu-lagu rock Jepang awal tahun '90-an.

Berikutnya giliran Enzetsu ~Surrealism~ [01:54]. Nah ini dia salah satu track favoriteku yang bisa disimak dalam album ini. Great intro there! Yang diteruskan dengan riff-riff gitar ala funky-rock serta driving bass yang grooving banget. Sayang sekali lagu ini hanya berdurasi kurang dari 2 menit. Seandainya ditambah dengan pre-chorus maupun chorus, pasti akan lebih mantap lagi lagu ini. Dan tumben banget aku suka sekali dengan aksi vokal Gara di lagu ini. Memang sangat matching dengan suasana musiknya itu sendiri. [human farm] [03:44] juga merupakan another nice song by Merry! Hanya dengan sekali dengar saja aku sudah suka dengan lagu ini. Juga tampil dengan alunan yang nge-groove, lengkap dengan tambahan-tambahan ornamen melodi-nya. Membuat lagu ini sedikit harmonis. Pasti, emosi lagu yang coba disampaikan oleh Gara bisa tersampaikan.

Di bagian intro lagu Piranha [03:25], jika jeli bisa disimak semacam alunan ala Hindu gitu. Good one! Untuk instrumen lagu ini, memang harus diakui, top notch! Thanks to God karena aku menemukan satu lagi lagu terbaik yang diciptakan oleh Merry. Dan lagu Piranha ini pun aku masukkan ke dalam daftar lagu terbaik Merry menurut versiku sendiri. You should listen this song, trust me! Nah, satu lagi track eksperimental yang dihasilkan Merry. Itu bisa dilihat pada lagu berikutnya, Katamichi kippu [02:29]. Musik dari lagu ini sepertinya mengambil tema circus yang digabung dengan genre rock. Aku suka dengan chorus-nya, yang kali ini Gara menampilkan melodic-vocal-nya. Dan lagi, Canary [04:32] menampilkan alunan-alunan yang Merry banget. Walau begitu, lagunya oke dan sangat menarik untuk diikuti. Nice melodies and of course, the sensational driving-bass by Tetsu! Terasa jelas Tetsu seakan-akan bermain bass untuk genre musik jazz. Salut!

Tersisa tiga buah lagu lagi untuk mengakhiri album ini. Dan ketiga lagu tersebut sudah pernah disimak sebelumnya karena pernah dirilis dalam bentuk singlenya. Mulai dari Tozasareta rakuen (Album mix) [06:19], Gekisei [15:17] dan tentunya Fuyu no Castanet (Album mix) [04:06].

Terus terang aku sudah lama tidak mendengarkan lagu Tozasareta rakuen. Jadi tidak bisa mengetahui lebih detail apakah ada perbedaan yang mencolok antara versi singlenya dengan albumnya ini. Gekisei, sebuah lagu dengan durasi yang sangaaaattt panjang, seharusnya menurutku tidak perlu dimasukkan ke dalam album ini. Mungkin bisa diganti dengan 1-2 lagu baru lainnya. Lantas bagaimana dengan Fuyu no Castanet? Lagu yang merupakan sebuah ucapan "Selamat Natal" dari Merry tersebut rasanya tidak pas saja jika didengarkan pada musim panas sekarang ini, well setidaknya di kotaku sini. Hehe....

Yosh, walaupun ada beberapa lagu yang tidak terlalu aku sukai, secara keseluruhan album under-world ini sangat layak untuk disimak. Bahkan bagiku under-world lebih asyik ketimbang album M.E.R.R.Y yang rilis tahun 2007 lalu itu. Abaikan saja tiga buah lagu terakhir. Sebab pada sepuluh buah lagu baru sisanya terdapat lagu-lagu yang super top abis! Dan pilihanku jatuh pada lagu Gesshoku, Enzetsu ~Surrealism~, [human farm] dan tentu saja, Piranha.

Akhir kata, album under-world ini aku kasih rating 4/5 bintang.

Terima kasih dan semoga review ini berkenan....

Tambahan:
Merry's official site: http://www.merrymerry.co.jp/
Merry's official MySpace: http://www.myspace.com/merrymerrycojp
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=72


ReviewReviewReviewReviewSPINALCORD - THE SPINALCORDMar 4, '09 8:38 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:SPINALCORD
Ada yang kenal dengan band SPINALCORD ini? Hmm, sepertinya belum ada yang tahu deh. Oke, aku kasih pertanyaan lagi. Pernah mendengarkan karya-karyanya band bernama Aushvitz [pernah aku review di blogku sini]? Ya ampun, masih belum tahu juga toh. Aushvitz bisa dibilang SPINALCORD itu sendiri. Di pertengahan tahun 2008 kemarin Aushvitz dengan resmi mengumumkan untuk me-rename [merubah] nama band-nya menjadi SPINALCORD. Nah, aku berikan pertanyaan untuk terakhir kali. Tahu khan Syu, sang gitaris band aliran power metal, Galneryus, yang super keren itu? Pasti tahu dong! Nah, Aushvitz ataupun SPINALCORD merupakan side project band miliknya Syu. Band ini sudah aktif sejak tahun 2002 lalu. Sudah cukup lama memang. Di sini selain bermain gitar, Syu juga menjadi vokalisnya loh. Dan pada tanggal 25 Desember 2008 kemarin SPINALCORD merilis single terbarunya yang diberi judul THE SPINALCORD. Ini merupakan single debut SPINALCORD setelah menggunakan nama band yang baru. Dan total di dalamnya bisa dijumpai tiga buah lagu.

Sekilas profile-nya. Ketika masih memakai nama Aushvitz, terdiri atas empat orang personil di dalamnya. Yaitu Syu [eks Valkyr, juga masih aktif di Animetal dan Galneryus] sebagai vokalis merangkap gitaris, Kyoichi [eks Valkyr] memegang alat bass, Naoki [eks drive, eks The-'s] juga pada alat gitar dan terakhir Kon [eks Gontakure, eks GMJ] yang menggawangi posisi drum. Aku tidak tahu kapan persisnya, Naoki memutuskan untuk cabut dari Aushvitz. Dan setelah SPINALCORD merilis single debutnya itu, tanggal 10 Januari 2009, sang drummer Kon resmi mengundurkan diri. Sehingga SPINALCORD diisi oleh dua orang saja. Yaitu Syu dan Kyoichi. Namun untung lah. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, SPINALCORD berhasil mendapatkan penggantinya. Yaitu si Junichi. Merasa familiar dengan nama ini? Yup benar sekali! Junichi yang merupakan seorang drummer dari band Galneryus. Jadi kesimpulan dari uraian di atas tadi, SPINALCORD saat ini terdiri atas tiga orang personil: Syu, Kyoichi dan Junichi. Warna musik yang SPINALCORD mainkan bisa dikatakan rock. Sangat jauh berbeda ketika masih memakai nama Aushvitz di mana musiknya masih bergenre metal dengan sentuhan musik Visual-kei yang kental.

Cukup dengan informasi di atas. Langsung saja kita simak bersama single ini dengan sebuah lagu pembuka, yaitu FEEL WHAT I FEEL [04:26]. Setengah durasi lagu diisi dengan alunan musik yang rada nge-slow plus tarikan vokal Syu yang seakan-akan sedang merasakan kegundahan tertentu. Sisi emosional dari vokalnya memang terlihat jelas. Sehingga apa yang diungkapkan Syu benar-benar bisa tersampaikan kepada pendengar, termasuk aku sendiri. Dan alunan tersebut semakin bertambah khusyuk dengan dimainkannya alunan gesekan biola. Pada akhirnya, tepatnya di durasi ke 01:42, lagu diisi dengan raungan-raungan distorsi gitar yang berat. Good song! I love it! Permainan bass Kyoichi juga terdengar cukup tegas seiring tempo dari ketukan-ketukan drum yang dihasilkan melalui tabuhan Kon. Oh iya, aku yakin itu pasti si Yuhki [Galneryus' keyboardist] yang memainkan bagian melodi-keyboard-nya.

Setelah menampilkan sebuah lagu yang rada slow serta mengandung unsur ballad, kali ini diteruskan dengan lagu yang agak kencang serta aggressive. Judulnya adalah HYSTERIA [05:09]. Intro-nya cukup oke, diisi dengan riff-riff gitar yang terasa banget tensi-nya. Dan vokal Syu yang sedikit nge-harsh-scream membuka peluang lagu ini untuk menjadi lebih dahsyat lagi. Good job, Syu! Verse diisi dengan alunan riff gitar yang nge-trash. Syu juga masih tetap menggunakan suara dalam-nya. Baru lah pada bagian pre-chorus Syu mulai bernyanyi secara normal-voice. Terlebih pada chorusnya, lebih ber-melodi. Verse bait kedua pun juga begitu. Tetap mengandalkan trashed-riffs-guitar. Dan akhirnya, yang ditunggu-tunggu datang juga. Apalagi kalo bukan aksi solo melodi-gitar-nya Syu. Awesome!!!

Dan lagu berjudul TEARS [03:46] menjadi lagu terakhir yang bisa disimak dalam single debut SPINALCORD kali ini. Lagu yang diciptakan oleh Syu ini memang terkesan simple. Tapi tetap nge-rock! Alunan musiknya cukup catchy, lebih easy dan tentunya bisa dinikmati oleh siapa saja. Verse-nya kok mengingatkan aku akan lagunya L'Arc~en~Ciel yang berjudul C'est La Vie yah? Hehe. Hanya sebuah kebetulan yang menarik saja kok. And yeah, I really love the chorus. Performa bernyanyi dari Syu memang layak untuk diapresiasi.

Yosh, sebuah debut yang menjanjikan juga impressive! Walaupun aku merasa kehilangan dengan Aushvitz, setidaknya SPINALCORD bisa menampilan sesuatu yang berbeda, namun asyik untuk diikuti. Dan aku yakin, Syu pasti akan memberikan kejutan-kejutan terbaru di rilisan terbarunya nanti. Oh iya, ngomong-ngomong soal rilisan terbaru, sudah dipastikan SPINALCORD akan merilis single keduanya yang secara resmi berjudulkan THE SPINALCORD 2. WTF! Seperti tidak ada judul lain saja.... Belum diperoleh info kapan single kedua tersebut akan dirilis. Kemungkinan besar kalo tidak April, ya bulan Mei nanti. Layak untuk ditunggu, terlebih di sini Junichi sudah menjadi drummer-nya.

Alhasil, 4/5 bintang. Semoga berkenan....

Tambahan:
SPINALCORD's official site: -
SPINALCORD's official MySpace: http://www.myspace.com/spinalcordmyspace
Aushvitz's official site: http://www.syu-net.jp/aushvitz/top.html
Galneryus's official site: http://www.vap.co.jp/galneryus/
DOWNLOAD: HERE


ReviewReviewReviewReviewNega - illMar 3, '09 9:49 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Nega
Sepanjang tahun 2008 lalu, Nega hanya merilis dua buah rilisannya saja. Yaitu sebuah mini album ReBirtH Under the Chaos dan sebuah single reminiscence. Memang terlihat agak "miskin" rilisan dibandingkan band UNDER CODE PRODUCTION lainnya, yakni SIVA, yang tampil "gila-gilaan" tahun kemarin. Tapi itu tidak menjadi masalah. Nega masih siap bertarung di belantika indie Visual-kei! Dan itu mereka buktikan dengan merilis double single [rilis tanggal 25 Pebruari 2009] yang masing-masing single dikasih tajuk dig dan ill. Single dig sudah aku review sebelumnya, maka kali ini giliran single ill yang akan aku review. Sama seperti single dig, single ini juga dirilis sebanyak 5000 copy. Dan dijual dengan harga 1575 yen.

Sedikit intermezzo dulu. Setelah melemparkan single reminiscence di bulan Juli 2008 kemarin, sungguh tanpa diduga single tersebut mendapat tanggapan yang sangat positif sekali dari kalangan penikmat indie Visual-kei, terlebih fans berat Nega. Sangat berbeda dengan rilisan sebelumnya, reminiscence memang menghadirkan sesuatu yang baru. Nega kali ini mencoba lebih memainkan banyak melodi di dalam lagu-lagu terbarunya. Simak saja sebuah lagu di dalamnya yang berjudul reminiscence. Bagaimana bisa band se-cadas dan se-rumit Nega bisa memainkan sebuah lagu ballad yang sungguh manis untuk disimak. Berdasarkan tanggapan positif tersebut, KISAKI, sang presiden/pemilik/boss dari UNDER CODE PRODUCTION, mengatakan berjanji akan membuat sesuatu perubahan terhadap band Nega ini di tahun 2009. Dan ternyata itu memang terwujudkan melalui double single dig dan ill ini. Nega ber-transisi dari permainan musik yang rada keras/cadas [dengan aransemen yang ribet] menjadi rock dengan beberapa sentuhan melodi. Isitlahnya, musik mereka semakin catchy untuk didengarkan.

Dan nama Nega-pun tambah semakin dikenal oleh pecinta indie Visual-kei ~bahkan oleh yang belum kenal dengan band ini sekalipun~ setelah di tanggal 21 Januari 2009 kemarin mereka merilis sebuah DVD yang berjudul VISUAL NEGATIVISM. Sebab, di dalam DVD tersebut terdapat sebuah PV yang benar-benar menggemparkan dunia persilatan. Tak lain dan tak bukan adalah PV muddy cult. Buat yang belum menonton PV muddy cult ini, satu kata: RUGI BESAR! Sebaiknya anda ke laut saja! Silakan baca di SINI jika ingin tahu lebih detailnya.

Sekilas profile dari Nega. Band yang sudah aktif sejak tahun 2004 ini berisikan empat orang personil. Mereka adalah Jin pada vokal, San [eks FESTER, 13] pada posisi gitar, Ray [eks autism, Aliene Ma'riage, Vinett, MIL] memegang alat bass dan terakhir Yuu [eks DHIANA] yang menggawangi posisi drum. Warna musik yang mereka mainkan bisa dikatakan rock, namun kental sekali dengan warna dari genre visual-rock. Seperti yang sudah disinggung di atas tadi, Nega terbergabung dalam salah satu label rekaman Visual-kei ternama, UNDER CODE PRODUCTION, miliknya KISAKI [eks Phantasmagoria]. Di situ juga tergabung band Visual-kei lainnya, seperti Dali, chariots, Megaromania, dll.

Serupa dengan dig, single ill di dalamnya juga bisa dijumpai tiga buah track lagu. Dan langsung saja aku mulai reviewnya dengan mendengarkan sebuah track pembuka, yaitu idiot beauty [02:11]. Well, ini juga hanyalah sebuah track intro layaknya lagu death warrant. Jadi di dalamnya hanya berupa permainan sound-sound [atau SE] yang bernuansakan gelap dan suram plus iringan dari suara berat serta whispering-nya Jin.

Selesai idiot beauty, disusul kemudian dengan lagu berikutnya yang bertitelkan labia [03:37]. Hah, serius tuh judulnya "labia"? Kalo tidak salah istilah "labia" khan berhubungan erat dengan alat genital-nya wanita. Ah, just forget it! Yang pasti, lagu labia ini super aggressive dengan tempo-tempo yang cepat serta high-intense! Yah, sebuah lagu yang hampir tipikal dengan lagu-lagu Nega rilisan tahun 2007-an. Verse-nya hanya mengalami pengulangan yang begitu-begitu saja. Tentu saja maksudnya untuk membangkitkan sisi mood dari lagu ini. Jin hampir di sepanjang lagu beraksi dengan whisper dan growl/scream-nya. Ketika mencapai bagian chorus lah baru Jin bernyanyi dengan normal-voice. Secara keseluruhan, lagu ini terasa biasa saja. Namun jika kalian menginginkan sebuah lagu untuk penggerak semangat, rasanya track ini bisa diandalkan. Apalagi membaca lirik lagunya, tentu akan membuat kita sedikit tersenyum. I just fucking you in labia, I just fucking you in labia, I just fucking you in labia, I just fucking you in labia, I just fuck, you just fuck, we just fuck [kiss me, hurt me] [lick me, suck me] [drown me, rape me]..... See, benarkan "labia" itu berhubungan dengan "itu" tuh....

Berikutnya, sebuah lagu yang oke punya. Judulnya yaitu lust[er] [03:08]. Jika diperhatikan dengan seksama, lagu ini sedikit mirip dengan lagu muddy cult. Bisa dilihat pada intro-nya yang top notch itu! Begitu juga dengan interlude yang bisa disimak pada durasi 02:00 serta sedikit alunan melodi gitar-nya. Hampir persis khan? Sama seperti lagu sebelumnya, lagu ini juga mengandalkan sisi aggresivitas yang dimiliki oleh Nega dengan memainkan kocokan-kocokan gitar yang cepat lengkap dengan full of distortion-nya. Verse juga dibawakan Jin dengan harsh-vocal plus sedikit menggerutu. Another fans-service-song!

Layaknya single dig, single ill ini juga aku kasih rating 4/5 bintang. Bisa disimpulkan, secara musik, single ill lebih terkesan cadas dibandingkan dig. Namun jika diharuskan memilih, aku lebih prefer dig. Apapun itu, tetap kok kedua single ini cukup worth untuk disimak. Terlebih lagi jika kalian ngakunya penggemar berat Nega.

Sekian reviewnya, semoga berkenan....

Tambahan:
Nega's official site: http://www.ne-ga.com/
Nega's official site: http://under-code.jp/nega/index.html
Nega's official blog: http://013.holidayblog.jp/
UNDER CODE PRODUCTION: http://under-code.jp/
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=636


ReviewReviewReviewReviewNega - digMar 3, '09 9:48 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:Nega
Sepanjang tahun 2008 lalu, Nega hanya merilis dua buah rilisannya saja. Yaitu sebuah mini album ReBirtH Under the Chaos dan sebuah single reminiscence. Memang terlihat agak "miskin" rilisan dibandingkan band UNDER CODE PRODUCTION lainnya, yakni SIVA, yang tampil "gila-gilaan" tahun kemarin. Tapi itu tidak menjadi masalah. Nega masih siap bertarung di belantika indie Visual-kei! Dan itu mereka buktikan dengan merilis double single [rilis tanggal 25 Pebruari 2009] yang masing-masing single dikasih tajuk dig dan ill. Dan sebagai permulaan, kali ini aku akan mereview single dig terlebih dahulu. Single ini sendiri dirilis sebanyak 5000 copy saja. Dan dijual dengan harga 1575 yen.

Sedikit intermezzo dulu yah. Setelah melemparkan single reminiscence di bulan Juli 2008 kemarin, sungguh tanpa diduga single tersebut mendapat tanggapan yang sangat positif sekali dari kalangan penikmat indie Visual-kei, terlebih fans berat Nega. Sangat berbeda dengan rilisan sebelumnya, reminiscence memang menghadirkan sesuatu yang baru. Nega kali ini mencoba lebih memainkan banyak melodi di dalam lagu-lagu terbarunya. Simak saja sebuah lagu di dalamnya yang berjudul reminiscence. Bagaimana bisa band se-cadas dan se-rumit Nega bisa memainkan sebuah lagu ballad yang sungguh manis untuk disimak. Berdasarkan tanggapan positif tersebut, KISAKI, sang presiden/pemilik/boss dari UNDER CODE PRODUCTION, mengatakan berjanji akan membuat sesuatu perubahan terhadap band Nega ini di tahun 2009. Dan ternyata itu memang terwujudkan melalui double single dig dan ill ini. Nega ber-transisi dari permainan musik yang rada keras/cadas [dengan aransemen yang ribet] menjadi rock dengan beberapa sentuhan melodi. Isitlahnya, musik mereka semakin catchy untuk didengarkan.

Dan nama Nega-pun tambah semakin dikenal oleh pecinta indie Visual-kei ~bahkan oleh yang belum kenal dengan band ini sekalipun~ setelah di tanggal 21 Januari 2009 kemarin mereka merilis sebuah DVD yang berjudul VISUAL NEGATIVISM. Sebab, di dalam DVD tersebut terdapat sebuah PV yang benar-benar menggemparkan dunia persilatan. Tak lain dan tak bukan adalah PV muddy cult. Buat yang belum menonton PV muddy cult ini, satu kata: RUGI BESAR! Sebaiknya anda ke laut saja!

Sekilas profile dari Nega. Band yang sudah aktif sejak tahun 2004 ini berisikan empat orang personil. Mereka adalah Jin pada vokal, San [eks FESTER, 13] pada posisi gitar, Ray [eks autism, Aliene Ma'riage, Vinett, MIL] memegang alat bass dan terakhir Yuu [eks DHIANA] yang menggawangi posisi drum. Warna musik yang mereka mainkan bisa dikatakan rock, namun kental sekali dengan warna dari genre visual-rock. Seperti yang sudah disinggung di atas tadi, Nega terbergabung dalam salah satu label rekaman Visual-kei ternama, UNDER CODE PRODUCTION, miliknya KISAKI [eks Phantasmagoria]. Di situ juga tergabung band Visual-kei lainnya, seperti Dali, chariots, Megaromania, dll.

Okay, langsung saja aku mulai mereview single dig ini dengan mendengarkan sebuah track pembuka, yaitu death warrant [01:24]. Well, ini hanyalah sebuah track intro. Jadi di dalamnya hanya berupa permainan sound-sound [atau SE] yang bernuansakan gelap dan suram. Bisa dibilang, yah gitu lah, gak ada yang spesial di dalam track pembuka ini.

Selesai dengan track tadi, langsung dilanjutkan dengan track berikutnya, idle [04:03]. What can I say? This song is great! Aku rasa ini menjadi salah satu lagu terbaik yang pernah dimiliki oleh Nega. Intro-nya oke banget. Pendengar serasa dipancing adrenalinnya untuk segera menyimak lagu ini. Intronya diisi dengan riff-riff yang catchy serta grooving. Verse lagu ini juga sangat manis. Vokal Jin sudah mulai bisa berolah-vokal dengan teknik serta range-range melodi nada tinggi-nya. Pre-chorus-nya juga oke yang langsung diikuti dengan melodi-chorusnya. Dan tetap, Jin tidak melupakan kebiasaannya untuk beraksi dengan aksi scream-nya. Sang bassist yang juga sang composer kebanyakan lagu-lagunya Nega, Ray, memainkan driving bass-nya dengan dingin tapi ngotot. Nice one! Oh ya, di sini juga bisa disimak permainan solo gitar-nya San. Yah, walaupun terasa minimalis, setidaknya sudah bisa memberikan warna tersendiri untuk lagu ini.

guilt trip [08:34] menjadi lagu selanjutnya. Track ini menjadi bukti bahwa Nega ingin mengulang kesuksesan di dalam memainkan lagu yang sedikit mengambil tema ballad. Intro lagu yang memakan durasi 1 menit lebih diisi dengan permainan akustik gitar yang terasa banget sentimentil-nya. Jin di dalam verse-verse yang ada berhasil menampilkan penjiwaan serta emosi yang patut untuk diapresiasi. Chorusnya mungkin terlihat agak monoton. Tapi jika didengarkan secara berulang kali, you will love it! Momen terbaik dari lagu ini, sudah bisa ditebak, dapat disimak pada bagian San memainkan solo melodi-gitar-nya! Beautiful!

Well, secara pribadi, aku suka dengan single dig ini. idle oke banget. Begitu juga dengan guilt trip. Mungkin bagian akhir [outro] yang diisi dengan scream-scream tidak jelas Jin membuat lagu ini sedikit beresiko. Tapi secara keseluruhan, I love it. Single ini aku kasih 4/5 bintang.

Terima kasih, semoga berkenan....

Tambahan:
Nega's official site: http://www.ne-ga.com/
Nega's official site: http://under-code.jp/nega/index.html
Nega's official blog: http://013.holidayblog.jp/
UNDER CODE PRODUCTION: http://under-code.jp/
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=636


ReviewReviewReviewReviewReviewabingdon boys school - STRENGTH.Mar 3, '09 9:43 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Rock
Artist:abingdon boys school
Tanggal 25 Pebruari 2009 kemarin, abingdon boys school merilis karya terbarunya yang kali ini berupa sebuah single bertajuk STRENGH.. Cukup lama juga memang abingdon boys school tidak melemparkan rilisan teranyarnya. Terakhir kali yakni single Blade Chord yang dirilis bulan Mei 2007 lalu. Syukur lah penantian panjang itu sudah terobati. Setelah mendengarkan dua buah track yang ada dalam single ini, well, tidak bisa terbantahkan lagi jika abingdon boys school memang TIDAK PERNAH mengecewakan pendengarnya. Yup, semua karya yang mereka ciptakan hasilnya pasti keren-keren semua. Layak untuk diapresiasi. Maklum lah. Wong di dalamnya para musisi jenius gitu kok. Siapa sih yang meragukan T.M Revolution, warna dan aksi vokalnya yang luar biasa itu? Semua orang tahu jika T.M Reolution merupakan salah satu vokalis terbaik di negara Jepang sono. Belum lagi ditambah dengan member lainnya seperti Sunao, Shibasaki Hiroshi serta Toshiyuki Kishi.

The song title, STRENGTH., menjadi ending song untuk serial anime berjudul SOUL EATER. SOUL EATER sendiri merupakan sebuah anime adaptasi manga yang diciptakan oleh Atsushi Okubo. Komik SOUL EATER sendiri masuk dalam kategori shounen-manga [komik cowok] yang secara garis besar genrenya tentang action/adventure game. Untuk animenya sendiri langsung ditangani oleh studio SQUARE ENIX. SOUL EATER juga tersedia dalam bentuk gamenya [PSP dan PS2].

Sekilas profile dari abingdon boys school. Band yang juga dikenal dengan sebutan a.b.s ini terbentuk sejak tahun 2005 kemarin. Seperti yang sudah aku singgung di atas tadi, di dalamnya berisikan empat orang personil. Mereka adalah Takanori Nishikawa aka T.M Revolution sebagai vokalis, Sunao mengisi posisi gitar, Shibasaki Hiroshi [eks al.ni.co, eks WANDS ~band rock beken awal '90-an~] juga pada posisi gitar dan terakhir Toshiyuki Kishi yang memainkan alat keyboard/programming. Untuk bass dan drum diisi oleh dua orang support member, yaitu Ikuo dan Kozy Hasegawa. Warna musik yang mereka mainkan adalah rock. abingdon boys school berada dalam naungan label EPIC RECORDS miliknya SONY MUSIC ENTERTAINMENT.

Okay, cukup sekian dengan informasi di atas. Langsung saja aku mulai dengan menyimak sebuah tembang unggulan, yang tak lain dan tak bukan yaitu STRENGTH. [04:37]. The intro is great! Bahkan bisa dikatakan epic. Hampir mengalahkan isi lagunya itu sendiri. Intronya sendiri diisi dengan alunan-alunan power-ballad yang super berat hasil tarikan riff guitar yang dipadu dengan seuntai dentingan piano. Verse-nya asyik dengan permainan bass yang grooving. Tidak ketinggalan bisa didengar permainan teknik taping pada gitar. Entah bagaimana dengan kalian, yang pasti bagian chorusnya menurutku biasa saja. Kurang klimaks. Tapi seperti biasanya, performa vokal T.M Revolution terasa mantap di sini. Terlebih tarikan-tarikan pitch-nada tingginya yang bervibran itu. Untuk musik, rasanya tidak perlu dijelaskan lagi. Aransemen-nya oke banget.

Diteruskan dengan sebuah B-side song berjudul Freedom [04:44]. Nah, aku justru LEBIH SUKA lagu ini ketimbang STRENGTH. tadi. Juga lebih memorable di otakku. Alunan irama musiknya sedikit funky dengan permainan riff-riff berat gitar yang kali ini tampil lebih berani. Coba saja simak guitar-works yang sungguh berat yang terdapat pada bagian chorusnya. WOW, mantap abis! You did great, Sunao & Hiroshi! Interlude yang dimainkan cukup memanjakan telingaku. Terus komposisi lagu oke lah. Sedikit progress dengan permainan tempo yang middle sampai dengan sedikit up-beat. Yup, another great song from abingdon boys school. Seharusnya Freedom layak dijadikan song title juga tuh. Kenapa tidak sekalian double A-side single yah?

Yosh, this single is awesome! Baik itu STRENGTH. maupun Freedom, kedua-duanya cukup dahsyat untuk disimak. abingdon boys school kembali menghadirkan lagu-lagu-nya yang super nge-rock abis itu. Rugi banget bagi kalian yang tidak menyimak rilisan terbaru ini. Ahh, jadi tidak sabar lagi nih untuk menunggu karya terbarunya dari mereka.

Alhasil, 5/5 bintang. Semohga berkenan....

Tambahan:
abingdon boys school's official site: http://www.aabbss.com/
DISCOGRAPHY: http://jame-world.com/us/database-artist-discography.php?id=674
DOWNLOAD: HERE